Pentakosta dan Kehidupan Orang Percaya (Kis. 2:41-47)

Ibadah Umum II, 24 Mei 2026. Oleh: Pdt. Joni Stephen.

Sebagai orang percaya, kita sudah selayaknya dipimpin oleh Roh Kudus di dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang diperlihatkan oleh jemaat mula-mula (ay. 41-47). Ada beberapa ciri orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Pertama, kehidupan orang percaya ditunjukkan melalui ketekunan (ay. 42, 46). Orang itu akan bertekun dalam pengajaran firman Tuhan, persekutuan, dan doa. Dia akan hidup berdedikasi, seperti halnya Kristus yang mendedikasikan diri hingga mati di salib.

Kedua, kehidupan orang percaya menunjukkan kerelaan berbagi berkat bagi sesama yang berkekurangan (ay. 44-45). Mereka tidak melakukannya berdasar aturan atau paksaan, tetapi karena dorongan Roh Kudus di dalam hati mereka.

Ketiga, kehidupan orang percaya yang memberi dampak pada sesama (ay. 43, 47). Hidup yang berdampak harus memiliki dua aspek, yaitu pengajaran dan kesaksian. Jadi, tidak hanya memberitakan Kabar Baik dalam perkataan, tetapi juga  memberikan kesaksian hidup yang baik.

Marilah kita hidup bersandar pada Roh Kudus, bertekun pada firman Tuhan, persekutuan, doa, serta hidup berdampak bagi sesama. Amin.

REFLEKSI

Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, dan sejak saat itu tidak pernah meninggalkan gereja-Nya (John R.W. Stott)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah Anda merasakan kehadiran Roh Kudus dalam diri Anda? Apa buktinya?
  2. Bagaimana Anda membedakan antara karya Roh Kudus dengan kuasa-kuasa lainnya?

REFERENSI

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,  45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis. 2:41-47)

About the author

Leave a Reply