Terang Telah Bersinar di Negeri Kekelaman (Yes. 9:1-6)

Ibadah Umum I, 15 Desember 2024. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.

Dalam bagian ini dikatakan ada bangsa-bangsa yang secara kerohanian berada dalam kegelapan (ay. 1). Mereka ada dalam keadaan seperti itu karena mengabaikan Tuhan dan tidak mau tunduk kepada firman-Nya di dalam kehidupan mereka. Akhirnya, keadaan hidup mereka pun tidak baik (Yes. 8:21-22).

Kegelapan seperti ini juga melanda manusia di zaman sekarang. Banyak orang yang menolak Tuhan dan hidup menikmati dosa. Namun, Allah memberikan pengharapan dengan datangnya ‘terang besar’ yang bersinar (ay. 1). Terang ini akan terwujud dalam bentuk seorang anak yang akan lahir (ay. 5). Nubuat ini digenapi oleh Yesus Kristus ketika Dia memulai pelayanan-Nya di Galilea (Mat. 4:14-17).

Kristus memerintah hati kita (‘lambang pemerintahan ada di atas bahunya’, ay. 5) serta menjalankan rencana penyelamatan manusia dengan (‘Penasihat Ajaib’, ay. 5; bnd. 1Kor. 1:18-25). Selain itu, Dialah Allah yang Perkasa (tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, termasuk maut), Bapa yang Kekal (yang menguasai dan memperhatikan hidup manusia), dan Raja Damai (yang mendamaikan kita dengan Allah dan sesama).

Biarlah Kristus senantiasa menjadi terang dan sumber pengharapan hidup kita. Bersandarlah selalu kepada-Nya. Amin.

REFLEKSI

Jangan percaya bahwa kita adalah terang bagi diri kita sendiri. Terang yang menyinari dunia telah datang di dunia ini (Agustinus)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Bagaimana membedakan terang yang berasal dari Tuhan dengan yang lain? Apa perbedaan dampaknya ketika kita mengikuti kedua jenis terang tersebut?
  2. Apa komitmen yang dapat Anda lakukan untuk memancarkan terang Tuhan dalam lingkungan sehari-hari pada saat ini?

REFERENSI

1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan

telah melihat terang yang besar;

mereka yang diam di negeri kekelaman,

atasnya terang telah bersinar.

2      Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak,

dan sukacita yang besar;

mereka telah bersukacita di hadapan-Mu,

seperti sukacita di waktu panen,

seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

3      Sebab kuk yang menekannya

dan gandar yang di atas bahunya

serta tongkat si penindas

telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

4      Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap

dan setiap jubah yang berlumuran darah

akan menjadi umpan api.

5      Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,

seorang putera telah diberikan untuk kita;

lambang pemerintahan ada di atas bahunya,

dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

6      Besar kekuasaannya,

dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan

di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,

karena ia mendasarkan dan mengokohkannya

dengan keadilan dan kebenaran

dari sekarang sampai selama-lamanya.

Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

(Yes. 9:1-6)

21 Mereka akan lalu-lalang di negeri itu, melarat dan lapar, dan apabila mereka lapar, mereka akan gusar dan akan mengutuk rajanya dan Allahnya; mereka akan menengadah ke langit, 22 dan akan melihat ke bumi, dan sesungguhnya, hanya kesesakan dan kegelapan, kesuraman yang mengimpit, dan mereka akan dibuang ke dalam kabut. (Yes. 8:21-22)

 

14   supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

15      ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,—

16      bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat. 4:14-17)

About the author

Leave a Reply