Ibadah Umum I, 6 April 2025. Oleh: Pdp. Heni Susiani.
Bagian ini merupakan yang pertama dari tujuh ucapan Yesus yang terakhir ketika Dia disalib. Di dalam puncak penderitaan-Nya, Yesus masih bisa meminta pengampunan bagi orang-orang yang telah membunuh-Nya, yaitu orang-orang Yahudi, prajurit Romawi, dan sebagainya. Peristiwa ini mengajarkan tentang misi Kristus ke dalam dunia, serta menunjukkan bahwa pandangan mayoritas (seperti orang-orang yang menyalibkan-Nya), belum tentu benar.
Ketika di salib, orang-orang terus mengolok-oloknya (ay. 36-37). Sebagai Tuhan yang Maha Kuasa, tentu Dia bisa membalas dengan mudah. Tetapi yang Dia lakukan justru mengampuni mereka. Marilah kita meneladani-Nya dengan tidak menuntut balas bagi orang-orang yang bersalah pada kita (Rm. 12:19).
Pengampunan dari Tuhan masih terus ditawarkan bagi kita semua hingga saat ini. Namun perlu diingat bahwa pengampunan dosa hanya berlaku bagi orang-orang yang bertobat dan percaya pada Kristus. Seperti halnya seorang penjahat yang disalib di sisi Yesus, masih ada waktu bagi kita untuk bertobat selama kita masih hidup.
Marilah kita terus pandang Yesus, yang telah mati bagi dosa-dosa kita. Dosa sebesar apapun, asalkan kita bertobat, pasti akan diampuni. Juga, marilah kita teladani doa Yesus ini untuk memberikan ampun bagi orang-orang yang telah bersalah pada kita. Apalagi mengingat kita sudah diampuni Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Pengampunan bukanlah tindakan yang sesekali, tetapi sikap yang permanen (Martin Luther King. Jr.)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja hal-hal yang bisa membuat pengampunan bagi sesama menjadi sulit?
- Apakah pengampunan berarti kita selalu membiarkan orang bersikap semena-mena terhadap kita? Jelaskan alasan Anda.
REFERENSI
33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 34 Yesus berkata: ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. 35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: ”Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” 36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya 37 dan berkata: ”Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” 38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: ”Inilah raja orang Yahudi”. (Luk. 23:33-38)
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Rm. 12:19)
