Ibadah Penutup Tahun, 31 Desember 2021
Oleh Pdt. Daud Soesilo (GBT Kristus Pelepas)
Yesus menggunakan metafora tentang Gembala yang Baik. Gambaran ini mengkritik gembala yang gagal, yaitu raja-raja Israel (baca: Yer. 23:1-8; Za. 11:4-17; Yes. 56:11; Yeh. 34:1-31). Oleh sebab itu, Allah sendiri yang mengambil peran sebagai Gembala (Mzm. 23; 80; Yes. 40). Tuhan juga berjanji memberikan seorang gembala yang baik (Yeh. 34:23). Maka Yesus menggambarkan diri-Nya dalam peran Mesianik sebagai Gembala yang Baik. Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Dia juga digambarkan sebagai Pintu untuk hidup yang sejati dan kekal (ay. 7).
Pelayanan Yesus dikontraskan dengan “pencuri” dan “perampok,” yaitu para pemimpin Israel di masa lalu yang gagal mengemban tanggung jawabnya. Berkebalikan dengan mereka, Yesus memenuhi peran mesianik-Nya (ay. 11). Yesuslah yang menggenapi nubuatan dalam Yehezkiel 34. Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, seperti Daud yang mempertaruhkan nyawanya demi menjaga domba-dombanya (1Sam. 17:34-37). Kemudian di dalam ayat 16, Tuhan Yesus berbicara tentang domba-domba yang belum masuk pada kawanan yang sekarang. Ini menyatakan bahwa melalui karya salib, Kristus menawarkan keselamatan bagi orang-orang non-Yahudi.
Ada tiga hal yang dapat dipelajari. Pertama, Gembala yang Baik dikontraskan dengan perampok (ay. 7-10). Yesus memberikan hidup yang berlimpah-limpah, tidak seperti perampok yang merusak. Kedua, Gembala yang Baik dikontraskan dengan orang upahan (ay. 11-15). Yesus memedulikan domba-domba-Nya, tidak seperti gembala upahan yang meninggalkan mereka. Ketiga, masih ada domba yang ada di luar (ay. 16). Yesus menghendaki mereka untuk masuk dalam kawanan.
Gambaran ini juga Tuhan Yesus berikan karena domba memiliki beberapa indra yang penting. Misalnya, pendengaran yang sensitif dan penglihatan yang tajam. Maka, domba-domba dapat membedakan gembala dan kawanan mereka. Maka, teladanilah Yesus, Gembala yang Baik. Amin.
REFLEKSI
Berhati-hatilah kepada siapa Anda percaya, karena Iblis pun mulanya adalah malaikat (anonim)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Bagaimana kita dapat membedakan suara Tuhan, Gembala kita, dengan suara yang lain?
- Mengapa banyak orang yang tidak peka terhadap suara Sang Gembala?
AYAT ALKITAB TERKAIT
7 Maka Yesus berkata sekali lagi, “Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba. 8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka. 9 Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat; ia keluar masuk dan mendapat makanan. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, untuk membunuh dan untuk merusak. Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup — hidup berlimpah-limpah. 11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. 12 Orang upahan yang bukan gembala dan bukan juga pemilik domba-domba itu, akan lari meninggalkan domba-domba kalau ia melihat serigala datang. Maka domba-domba itu akan diterkam dan diceraiberaikan serigala. 13 Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah. Ia tidak mempedulikan domba-domba itu. 14-15 Akulah gembala yang baik. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun mengenal Aku. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka. 16 Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. (Yoh. 10:7-16 BIMK)
Aku akan mengangkat seorang raja yang seperti hamba-Ku Daud, untuk menjadi satu-satunya gembala mereka, dan dia akan memelihara mereka. (Yeh. 34:23 BIMK)
