Ibadah Minggu, 13 September 2020 

Oleh Pdt. Christian Sulistio (STT SAAT)

Manusia hidup dalam kondisi serba ketidakpastian. Kita dapat melihatnya dari situasi pada saat pandemi ini. Maka dari itu, kita memerlukan dasar yang kokoh supaya tetap dapat berdiri dengan kokoh. Pada bagian ini, Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang dua macam dasar.

Yang pertama, orang-orang yang mendengar perkataan Tuhan Yesus namun tidak mempercayainya dan tidak melakukannya di dalam kehidupan mereka. Orang-orang seperti ini diibaratkan dengan sebuah rumah yang dibangun di atas pasir, akan rubuh ketika dilanda hujan dan angin. Yang kedua, orang-orang yang mendengar perkataan Tuhan Yesus, mempercayainya, serta melakukannya di dalam kehidupan mereka. Mereka percaya bahwa perkataan Tuhan Yesus merupakan firman Allah yang berotoritas. Orang-orang seperti ini diibaratkan dengan sebuah rumah yang dibangun di atas batu. Rumah ini akan tetap kokoh berdiri walaupun diterpa angin dan hujan.

Bagaimana dengan kita, yang sering mendengar firman Tuhan? Jika kita mendasarkan hidup kita di atas firman Tuhan, maka kita akan tetap kokoh berdiri ketika diterpa oleh tantangan kehidupan. Di tengah segala ketidakpastian, masih ada firman Tuhan yang memberi kepastian dalam hidup kita. Perkataan orang-orang yang pandai dan bijaksana, mungkin baik. Tetapi itu tetap saja bukan firman Allah yang bisa kita sandarkan.

REFLEKSI

Allah telah memberikan Alkitab sebagai panduan bagi kehidupan orang percaya, yang tetap akan terbukti sebagai dasar yang kokoh sepanjang zaman. Maukah kita berdiri di atas dasar ini, atau malah mencari-cari dasar lain yang justru akan menghancurkan hidup kita?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Sebutkan beberapa contoh “dasar yang tidak kokoh” yang biasa disandari oleh orang-orang di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bagaimana kira-kira hasilnya ketika tantangan hidup melanda?
  2. Percayakah Anda bahwa firman Tuhan merupakan dasar yang kokoh? Mengapa demikian?

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Mat. 7:24-27)

About the author

Leave a Reply