Ibadah Minggu, 17 Oktober 2021 (Sore)
Oleh Pdt. Morris Takaliuang
Sebagai orang percaya yang berusaha taat kepada Tuhan, sering kita menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan kita. Inilah yang dialami oleh Daud yang menuntun dia untuk menulis Mazmur 13. Mari kita mempelajari tiga hal dari apa yang dialami oleh Daud dalam mazmur ini.
- Jenis-jenis tekanan yang dialami oleh Daud (ay. 1-4). Pertama, tekanan rohani (ay. 1). Di balik kegemilangan hidupnya, Daud juga bisa tidak merasakan pertolongan Tuhan. Namun sebenarnya, Tuhan mahahadir meskipun kita tidak merasakannya. Keadaan seperti ini merupakan salah satu proses pembentukan Tuhan. Kedua, tekanan psikologis dan fisik (ay. 2a). Tekanan jiwa yang dialami Daud mengakibatkan tekanan pada fisiknya juga. Ketiga, tekanan sosial (ay. 2b). Daud menghadapi berbagai ancaman dari orang-orang di sekitarnya. Bahkan, anak-anaknya pun berusaha melawan dia.
- Jalan menuju kemenangan. Daud menyerahkan tekanan yang dihadapinya kepada Tuhan dalam doa-doanya. Selain menyampaikan apa yang menjadi pergumulannya kepada Tuhan, melalui doa, Daud juga terbuka “telinga rohani”-nya. Demikian pula Roh Kudus akan menolong kita di saat-saat yang sulit ketika kita berdoa sungguh-sungguh (Rm. 8:26-27).
III. Bentuk dan wujud kemenangan itu (ay. 5-6). Pertama, Daud mengalami perubahan dalam hatinya, yaitu iman yang teguh kepada Tuhan (ay. 6). Ketika Daud menceritakan masalahnya kepada Tuhan dan Roh Kudus berbicara di dalam hatinya, maka Daud merasakan perbuatan baik Tuhan. Kedua, Daud juga mengalami sukacita di dalam Tuhan sehingga dia ingin bersorak-sorak (ay. 6). Ketiga, Daud memiliki keinginan untuk membesarkan nama Tuhan sehingga dia ingin bernyanyi (ay. 6).
Kita yang telah berada di dalam Kristus juga memiliki hak istimewa untuk menang melawan tekanan seperti Daud (Mzm. 20:7-9). Oleh sebab itu, marilah kita terus berdoa untuk memperoleh pertolongan dari Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Belajarlah berdoa. Waktu-waktu terbaik dalam hidup saya terjadi ketika saya menghabiskannya dalam doa (Robert Murray M’Cheyne)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Mengapa masih perlu berdoa jika tidak semua keinginan kita pasti terjadi?
- Apa yang dapat ditingkatkan dalam kehidupan doa Anda pada saat ini?
AYAT ALKITAB TERKAIT
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. 2 Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? 3 Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 4 Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, 5 supaya musuhku jangan berkata: “Aku telah mengalahkan dia,” dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. 6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mzm. 13:1-6)
26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. (Rm. 8:26-27)
7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. 8 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. 9 Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. (Mzm. 20:7-9)
