Ibadah Umum II, 13 Februari 2022
Oleh: Pdm. Kornelius Makapile
Kisah ini menunjukkan bahwa kehadiran Yesus membawa dampak yang besar bagi para murid-Nya. Mereka yang tadinya berputus asa, memiliki pengharapan dengan hadirnya Yesus. Inilah pesan yang perlu kita sadari di tengah segala ketidakpastian yang ada di dunia ini.
Namun kalau kita memperhatikan lebih detail, kehadiran Yesus saja tidak membawa dampak. Yesus mulanya berada dalam satu perahu dengan para murid. Walaupun ada Yesus di antara mereka, tidak lantas perjalanan mereka berjalan lancar. Tanpa mereka sangka, badai tiba-tiba menghadang dan kepanikan melanda mereka.
Jika demikian, apa yang harus kita lakukan supaya kehadiran Yesus membawa dampak dalam kehidupan kita? Pertama, jangan biarkan Yesus “tertidur” (ay. 23-24). Ingatlah bahwa Dia adalah Allah pencipta langit dan bumi. Kedua, percayalah kepada Yesus (ay. 25-26). Memang Yesus akan melakukan karya-Nya dalam hidup kita. Tetapi, kita pun harus memiliki iman kepada-Nya (Yak. 2:26). Inilah yang dilakukan Yesus ketika Dia tetap tertidur ketika para murid panik. Dia ingin mereka percaya kepada-Nya. Ketika kita berada dalam ambang keputusasaan, ingatlah bahwa Dia menunggu kita (Why. 3:20). Percayalah kepada-Nya. Amin.
REFLEKSI
Yesus adalah harapan dunia dan gereja lokal adalah sarana untuk mengekspresikan harapan tersebut kepada dunia (Andy Stanley)
PERTANYAAN DISKUSI
- Dalam kisah ini, para murid pada mulanya sangat percaya diri dan tidak segera melibatkan Yesus karena mereka memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai nelayan. Dalam kehidupan orang Kristen masa kini, apa tanda-tanda seorang Kristen mulai tidak bersandar pada Tuhan?
- Bagaimana caranya Anda dapat melibatkan Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari?
REFERENSI AYAT ALKITAB
23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” 26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (Mat. 8:23-27)
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak. 2:26)
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Why. 3:20)
