Ibadah Umum II, 6 Februari 2022
Oleh: Pdt. Daniel Hinarya
Pada bagian ini, kata melawat menunjukkan bahwa Allah datang mengunjungi, atau menjenguk, umat-Nya. Lawatan Tuhan ini bukan terjadi begitu saja. Tetapi, bertujuan untuk memberi kelegaan dalam hidup umat Tuhan. Oleh sebab itu, sebagai umat Tuhan, kita akan hidup dengan bersuka cita. Inilah yang juga terjadi ketika ada iring-iringan orang mengantar jenazah seorang anak muda di Nain. Melihat itu, Tuhan Yesus pun mengadakan mukjizat dengan membangkitkannya.
Ada beberapa perubahan besar yang terjadi. Pertama, kematian diubah jadi kehidupan. Jika bertemu dengan Tuhan Yesus, maka rohani yang dulu mati akan hidup. Tandanya, dia akan menjadi ciptaan baru (bukan hanya direnovasi). Hidup yang lama ditinggalkan dan menjalani hidup baru (2Kor. 5:17). Selain itu, dia tidak hidup serupa dengan dunia (Rm. 12:2). Dia tidak dipengaruhi, namun memengaruhi dunia.
Kedua, suasana duka cita tidak akan ada lagi (Ezr. 6:22). Oleh sebab itu, jika mengalami duka cita, datanglah kepada Tuhan. Di dalam Tuhan ada suka cita yang terus menerus.
Ketiga, orang-orang sujud menyembah Tuhan. Sujud menyembah adalah bentuk: 1) menghormati Tuhan; 2) memuliakan Tuhan; 3) mengakui Tuhanlah yang mahakuasa; 4) merendahkan diri.
Keempat, perkara-perkara besar terjadi. Kita harus menjadi saksi bagi Tuhan (ay. 17). Setiap langkah dan perkataan kita haruslah memuliakan, bukan memalukan, nama Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Jika Anda tidak mengalami suka cita, maka pastilah ada sesuatu yang keliru dalam hidup Kekristenan Anda (Billy Sunday)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa tanda-tandanya jika sebuah suka cita itu datang dari Tuhan?
- Mengapa banyak orang Kristen yang tidak menunjukkan suka cita dalam hidup mereka? Jika itu terjadi pada kita, apa yang harus kita lakukan?
AYAT-AYAT ALKITAB
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. (Luk. 7:11-17)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2Kor. 5:17)
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm. 12:2)
Lagipula mereka merayakan hari raya Roti Tidak Beragi dengan sukacita, tujuh hari lamanya, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita; Ia telah memalingkan hati raja negeri Asyur kepada mereka, sehingga raja membantu mereka dalam pekerjaan membangun rumah Allah, yakni Allah Israel. (Ezr. 6:22)
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Flp. 4:4)
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! (Mzm. 96:9)
