Berakhir dengan Baik – Musa Sebagai Teladan Seorang Pelayan (Ul. 34; Yos. 1; Ibr. 13:7)

Ibadah Umum I, 6 Maret 2022

Oleh: Pdt. Daniel Tanusaputra

Ada sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengamati pelayanan para tokoh dalam Alkitab. Hasilnya, ada yang sudah berakhir ketika baru dimulai (seperti Abimelekh, Yosia, Yohanes Pembaptis), berakhir dengan menyedihkan (seperti Simson, Saul, Salomo), berakhir biasa-biasa saja (Daud, Yosafat, Hizkia), maupun berakhir dengan baik (seperti Abraham, Musa, Yesus).

Di antara para pemimpin gereja masa kini pun, kira-kira hanya sepertiga di antara mereka yang mengakhiri pelayanan dengan baik. Apa rahasianya supaya pelayanan kita bisa berakhir dengan baik (Ibr. 13:7; 1Kor. 10:6)? Mari belajar dari Musa.

Pertama, kenalilah keterbatasan kita dan bergantunglah pada Tuhan. Musa menjalani kehidupan pelayanannya hingga akhir hidupnya pada usia 120 tahun. Namun, Musa pernah gagal menjadi wakil Allah yang baik ketika dia marah di mata air Meriba (Ul. 32:51). Tetapi, Musa sadar untuk selalu berbalik pada Tuhan.

Kedua, sadarilah bahwa kita tidak bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Dalam pelayanannya, Musa pun menerima bantuan dari berbagai orang (Harun, Miryam, Yosua, dan sebagainya).

Ketiga, percayailah Tuhan dalam setiap langkah. Musa rela berkorban dengan meninggalkan segala kemewahan di Mesir (Ibr. 11:27). Inilah gambaran (bayang-bayang) dari apa yang akan dilakukan oleh Yesus di kemudian hari ketika meninggalkan surga dan rela hidup menderita di dunia.

Keempat, milikilah kerendahan hati dan kesediaan untuk belajar. Izinkanlah orang-orang lain untuk menjadi teman dan sahabat yang kepada mereka kita bisa mengungkapkan kelebihan dan kelemahan kita. Seperti halnya yang dilakukan Yitro, mertua Musa, orang-orang seperti itulah yang bisa mengatakan kebenaran kepada kita.

Kelima, investasikanlah hidup bagi generasi muda (terlihat dari hubungan Musa dengan Yosua; baca juga Ul. 34 dan Yos. 1). Jadikan generasi muda itu sebagai mentor. Dalam arti, dengarkanlah mereka sebelum kita memberi nasihat.

Yang juga perlu diperhatikan, mengakhiri dengan baik bukan berarti kita harus sempurna. Inilah yang ditunjukkan oleh Paulus ketika di akhir pelayanannya dia mengingat ketidaklayakkan dirinya. Namun, dia bersandar pada anugerah Allah yang memercayakan pelayanan itu (1Tim. 1:12). Ingat bahwa Tuhanlah yang mengerjakan segala sesuatu bagi kita (Flp. 2:13). Amin.

REFLEKSI

Banyak orang Kristen menghadapi kesulitan ketika menimbang-nimbang segala sesuatu berdasarkan sumber daya yang mereka miliki. Oleh sebab itulah, usaha mereka hanya sedikit dan selalu gagal. Sebaliknya, para raksasa iman adalah orang-orang lemah yang berbuat besar bagi Tuhan karena mereka bersandar pada kekuatan dan kehadiran-Nya (James Hudson Taylor)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja rintangan yang bisa kita hadapi dalam melayani Tuhan yang dapat menggagalkan kesetiaan kita?
  2. Berdasarkan poin-poin dalam khotbah ini, apa saja hal-hal yang perlu Anda perbaiki dan tingkatkan supaya bisa melayani Tuhan dengan setia?

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan, 2 seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat, 3 Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar. 4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.” 5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. 6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. 7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. 8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. 9 Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. 10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, 11 dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, 12 dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel. (Ul. 34:1-12)

Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. (Ibr. 13:7)

Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, (1Kor. 10:6)

oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel. (Ul. 32:51)

Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. (Ibr. 11:27)

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku  (1Tim. 1:12)

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Flp. 2:13)

About the author

Leave a Reply