Ibadah Umum II, 11 Desember 2022
Oleh: Pdm. Nehemia Widjaja
Puji-pujian yang merupakan respons terbaik dapat dilakukan oleh orang yang telah memperoleh kebaikan dari Tuhan. Di dalam Injil Lukas pasal 1, kita akan menemukan banyak suasana sukacita di dalamnya. Demikian pula yang terjadi dalam diri Maria. Dia merasakan sukacita karena dilibatkan dalam rencana penyelamatan Allah, walaupun dia harus mengalami keadaan yang tidak menyenangkan secara manusia. Imannya kepada Allah lebih besar dibanding logikanya.
Berdasar apa yang diperlihatkan pada Maria dan Elizabeth dalam pasal ini, kita melihat bahwa Allah sangat memerhatikan umat-Nya yang lemah (bnd. ay. 5-53). Inilah berita sukacita yang membawa pengharapan pada orang-orang kecil, yang membutuhkan pertolongan dari Allah.
Dari bagian ini kita bisa belajar dua hal. Pertama, ucapan syukur itu menunjukkan bahwa Maria memiliki iman kepada Tuhan (ay. 46). Rencana Allah selalu baik dan tidak mungkin gagal. Maka jika kita memiliki iman kepada Tuhan, apa yang kita takutkan dalam dunia ini? Kedua, bagi Maria, anugerah keselamatan adalah hal yang paling mulia (ay. 47). Ketika kita menghidupi iman seperti itu, maka kita bisa terus menerus merasakan sukacita. Amin.
REFLEKSI
Rasa syukur, salah satu hasil dari mengikut Allah dan menyenangkan hati-Nya, adalah nada utama dalam kehidupan rohani (Norman Geisler)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang membuat orang-orang percaya sulit mengucap syukur dalam hidup mereka? Apa yang perlu diperbaiki?
- Bagaimana caranya kita dapat menunjukkan ucapan syukur kita kepada Tuhan?
REFERENSI AYAT ALKITAB
46 Maria berkata, “Hatiku memuji Tuhan, 47 dan jiwaku bersukaria karena Allah Penyelamatku. 48 Ia ingat daku, hamba-Nya yang hina! Mulai sekarang semua bangsa mengatakan aku bahagia. 49 Karena Allah Yang Mahakuasa melakukan hal-hal besar padaku. Sucilah nama-Nya. 50 Keturunan demi keturunan Tuhan menaruh belas kasihan kepada orang yang takut kepada-Nya. 51 Dengan tangan-Nya yang perkasa Ia menceraiberaikan orang sombong, dan mengacaukan rencana mereka. 52 Raja-raja diturunkan-Nya dari takhta dan orang hina ditinggikan. 53 Orang lapar dipuaskan-Nya dengan segala kebaikan, si kaya diusir dengan hampa. 54 Ia menolong Israel hamba-Nya, menurut janji yang dibuat-Nya dengan nenek moyang kita. 55 Tuhan tidak lupa janji-Nya, Ia bermurah hati kepada Abraham dan keturunannya sampai selamanya.” (Luk. 1:46-55 BIMK)
