Kasih Membutuhkan Pengorbanan (1 Yoh. 4:7-21)

Ibadah Umum I, 18 Desember 2022

Oleh: Pdm. Elda Fariani

Tema yang ditonjolkan dalam minggu Adven keempat adalah kasih. Kasih merupakan salah satu bagian dari buah Roh (Gal. 5:22-23). Lebih jauh lagi, dalam 1 Yohanes 4:7-21 ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.

Pertama, kasih adalah sifat dari Allah (ay. 7-9). Bapa sangat mengasihi manusia dengan mengirimkan Anak-Nya ke dunia untuk menebus dosa manusia. Demikian juga, kita harus memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan (Luk. 6:31 BIMK). Kasih perlu kita wujudkan, tidak cukup mengasihi di mulut saja(1Yoh. 3:16-18 BIMK).

Kedua, Allah terlebih dulu mengasihi kita (ay. 10). Jika kita telah menerima pengorbanan dari Allah, maka kita pun sudah selayaknya rela berkorban demi orang lain (Rm. 5:10 BIMK), termasuk mengasihi musuh (Mat. 5:44). Apalagi, di zaman sekarang ketika banyak orang yang tidak lagi dapat mengasihi (Mat. 24:12 BIMK). Mengasihi sesama sama bobotnya dengan mengasihi Allah (Mat. 22:39).

Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Tetapi, marilah kita selidiki hidup kita, apakah ada hal-hal yang masih belum kita lakukan? Lakukanlah seluruh kehendak Tuhan, sehingga kita berbahagia dalam menanti kedatangan-Nya kembali. Amin.

REFLEKSI

Kasih yang penuh pengorbanan merupakan ciri khas orang-orang percaya dalam relasi mereka satu sama lain (Peter T. O’Brien)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang akan terjadi ketika kita mengasihi namun tidak rela berkorban? Sebaliknya, apa yang akan terjadi ketika kita melakukan pengorbanan namun tidak dilandasi oleh kasih?
  2. Pikirkan orang-orang yang Anda kenal yang mungkin selama ini Anda abaikan atau hindari. Bagaimana Anda dapat mewujudkan kasih kepada mereka?

REFERENSI AYAT ALKITAB

7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. (1Yoh. 4:7-21)

22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Gal. 5:22-23)

Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. (Luk. 6:31 BIMK)

16 Dengan jalan inilah kita mengetahui cara mengasihi sesama: Kristus sudah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Sebab itu, kita juga harus menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita! 17 Kalau seorang yang berkecukupan melihat saudaranya berkekurangan, tetapi tidak mau menolong saudaranya itu, bagaimana orang itu dapat mengatakan bahwa ia mengasihi Allah? 18 Anak-anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita. (1Yoh. 3:16-18 BIMK)

Kalau pada masa kita bermusuhan dengan Allah, kita didamaikan dengan-Nya melalui kematian Anak-Nya, apalagi sekarang sesudah hubungan kita dengan Allah baik kembali, tentu kita akan diselamatkan juga melalui hidup Kristus. (Rm. 5:10 BIMK)

Kejahatan akan menjalar sebegitu hebat sampai banyak orang tidak dapat lagi mengasihi. (Mat. 24:12 BIMK)

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat. 22:39)

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat. 5:44)

About the author

Leave a Reply