Allah Memberikan Berkat-Nya Ketika Kita Tidur (Mzm. 127:1-2)

Ibadah Umum II, 6 Agustus 2023. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.

Sekarang ini, sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan informasi untuk segala sesuatu. Mulai dari hal-hal praktis untuk melakukan sesuatu hingga tuntunan untuk meraih kesuksean. Jika demikian, di mana peran Tuhan di dalam kehidupan kita?

Pemazmur menyatakan bahwa jika Tuhan tidak terlibat dalam seluruh aspek kehidupan kita, semuanya akan sia-sia (ay. 1). Pemazmur memberi contoh dengan tiga hal: membangun rumah, mengawal kota, dan bekerja. Hal ini bukan berarti tanpa Tuhan maka semua yang dikerjakan manusia pasti gagal. Tetapi, tanpa Tuhan, semuanya tidak akan menjadi berkat. Bukankah banyak orang yang memiliki rumah bagus namun anggota keluarga di dalamnya tidak akur?

Lebih lanjut lagi, Pemazmur menyatakan bahwa Allah memberikan berkat-Nya kepada orang-orang yang dicintainya bukan berdasar pada usaha keras mereka. Namun, karena mereka percaya dan memiliki relasi dengan Allah, Bapa yang baik (Yoh. 1:12; Mat. 6:33-34). Hal ini bukan berarti Alkitab mengajarkan kita untuk bermalas-malasan. Tetapi, bekerja keraslah dengan menyerahkan hasilnya pada Tuhan.

Ada dua penerapan dari bagian ini. Pertama, libatkanlah Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Kedua, belajarlah untuk sungguh-sungguh menyerahkan hasil pekerjaan kita (ataupun kekhawatiran kita) kepada Tuhan. Dengan melakukan ini semua, kita akan bisa hidup dengan tenang. Amin.

REFLEKSI

Tidak ada berkat yang akan diterima manusia dari Allah tanpa melalui Tuhan Yesus (David Martyn Lloyd-Jones)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah orang Kristen yang bekerja keras untuk mencapai tujuannya berarti tidak memercayai Tuhan? Jelaskan!
  2. Apa saja langkah-langkah praktis yang dapat Anda lakukan supaya apa yang Anda kerjakan diberkati Tuhan.

REFERENSI

1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah  —  sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mzm. 127:1-2)

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yoh. 1:12)

33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat. 6:33-34)

About the author

Leave a Reply