Ibadah Umum I, 13 Agustus 2023. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Surga (Matius sengaja menggunakan kata surga karena kata Allah sangat dihormati oleh orang-orang Yahudi). Akan ada Penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika Dia datang kembali. Ketika saat itu tiba, keadaan manusia akan seperti kesepuluh gadis dalam perumpamaan ini (ay. 1).
Kesepuluh gadis tersebut adalah pengiring pengantin yang bertugas membawa obor berbahan bakar minyak zaitun. Lima gadis dikatakan bijaksana (Yun. phronimos; hati-hati, bijaksana; juga 7:24; 24:45). Bijaksana di sini bukanlah hal yang didapat, melainkan karakter. Seberapapun Tuhan Yesus mengajar, kalau seseorang tidak mau mendengar maka percuma saja. Lima lainnya bodoh (Yun. mōros; bodoh, tolol, konyol; juga 5:22).
Namun, kedua golongan ini tidak mudah dibedakan. Sama-sama mengenakan pakaian pesta, punya obor, dan minyak (ay. 4). Ketika mempelai datang, mereka sama-sama menghadapi krisis. Tetapi, gadis-gadis yang bodoh itu tidak membawa minyak cadangan. Ini menunjukkan ketika Tuhan Yesus datang (ada penundaan waktu dan terjadi tiba-tiba, lih. 24:48-51), ada orang yang maunya pas-pasan saja. Ketika saat itu datang, krisis terjadi dan barulah ketahuan beda kedua golongan itu.
Perumpamaan ini mengajarkan pola pemuridan yang benar. Persiapkanlah diri kita sebaik-baiknya menyambut kedatangan-Nya, jangan terlambat (7:21-23). Jalanilah kualitas hidup seperti yang digambarkan dalam Khotbah di Bukit (Mat. 5-7). Amin.
REFLEKSI
Parousia (kedatangan Kristus yang kedua kalinya) sudah menjelang, semua orang akan melihat-Nya dan harus merespons (Grant R. Osborne)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah dampaknya dalam diri dan pelayanan kita ketika kita melakukan persiapan yang sebaik-baiknya menjelang kedatangan Kristus?
- Persiapan seperti apa yang bisa Anda lakukan dalam konteks kehidupan dan pelayanan Anda?
REFERENSI
1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyambut mempelai laki-laki. 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam botol mereka. 5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Sambutlah dia! 7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. 8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, Tuan, bukakanlah pintu bagi kami! 12 Tetapi ia menjawab: Sesungguhnya aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu. 13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya.” (Mat. 25:1-13 TB2)
“Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Mat. 7:24 TB2)
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Mat. 24:45 TB2)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang mencaci maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. (Mat. 5:22 TB2)
48 Akan tetapi, apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” (Mat. 24:48-51)
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” (Mat. 7:21-23 TB2)
