Ibadah Umum I, 24 September 2023. Oleh: Pdp. Heni Susiani.

Suatu kali, orang-orang menanyakan pendapat-Nya mengenai orang-orang Galilea yang dibantai oleh Pilatus serta delapan belas orang yang mati tertimpa menara di kolam Siloam (baca ay. 1-5). Menurut mereka, orang-orang tersebut mengalami tragedi karena menerima hukuman. Namun Tuhan Yesus justru menyatakan bahwa semua orang harus bertobat selama masih ada kesempatan (ay. 5). Inilah yang menjadi latar belakang perumpamaan tentang Pohon Ara.

Allah telah memilih bangsa Israel sebagai umat kepunyaan-Nya. Tetapi, mereka tidak menghasilkan buah (ay. 6). Mereka digambarkan seperti pohon ara yang tidak berbuah dalam perumpamaan ini, yang sebenarnya janggal karena karena ditanam di kebun anggur yang perawatannya spesial.

Seperti pohon ara itu, kita pun memiliki banyak fasilitas rohani sebagai anak Tuhan, misalnya melalui gereja. Iman dan firman Tuhan yang telah kita terima ini harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai mengecewakan Tuhan, yang telah lama menunggu buah dalam kehidupan kita (ay. 7a).

Renungkanlah ini sebelum Tuhan memanggil kita untuk mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita. Kita masih memiliki kesempatan, seperti halnya penundaan waktu yang diminta pengurus kebun itu. Juga, perawatan rohani, seperti dari hamba-hamba Tuhan (digambarkan dengan “mencangkul tanah” dan “memberi pupuk” dalam ayat 8). Tetapi ingat, penundaan ini sementara dan singkat. Bertobatlah! Amin.

REFLEKSI

Kita tidak berbuah untuk dinikmati oleh kita sendiri. Tetapi, supaya dinikmati dan membantu orang lain, serta memuliakan Kristus (Warren Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah orang yang banyak melakukan perbuatan baik dan aktivitas rohani berarti sudah menghasilkan buah? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Periksalah diri Anda, di sisi mana Anda masih belum menghasilkan buah secara maksimal dan bagaimana komitmen Anda untuk memperbaikinya.

REFERENSI

6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk. 13:6-9)

Sama sekali tidak! Sekali lagi Kukatakan: Kalau kalian tidak bertobat dari dosa-dosamu, kalian semua akan mati juga seperti mereka.” (Luk. 13:5)

About the author

Leave a Reply