Ibadah Umum I, 9 Juni 2024. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.
Di dunia ini ada dua kekuatan, yaitu kekuatan cinta dan mati. Jika sudah terlalu cinta, seseorang bisa rela mati. Kekuatan keduanya tidak bisa kita bendung. Orang Yunani membagi menjadi empat: storge (kasih dalam hubungan keluarga), filia (kasih persahabatan), eros (kasih romantis/seksual), serta agape (kasih yang tanpa syarat).
Di dalam kisah ini, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus sampai tiga kali untuk memastikan bahwa dia mengasihi Tuhan Yesus dengan kasih yang tanpa syarat. Hal ini dilakukan oleh Tuhan Yesus karena Dia tahu persis keadaan Petrus, yang telah menyangkal Dia tiga kali. Tuhan Yesus ingin supaya Petrus melayani Dia lagi dan dengan pemahaman yang benar.
Tuhan Yesus memulihkan Petrus dengan kasih-Nya yang sungguh-sungguh dan kemudian menitipkan domba-doma-Nya kepada Petrus. Setelah tiga kali bertanya-jawab, hidup Petrus pun berubah. Dia hidup dalam kasih Tuhan sampai akhir.
Tuhan Yesus mengasihi kita sepenuhnya, hingga rela mati di salib. Tuhan juga menginginkan kasih-Nya yang besar ini ada pada kita. Kita diperintahkan untuk mengikut Dia (Luk. 9:23).
Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus melayani-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita. Semua yang bisa kita lakukan hanyalah atas kasih karunia Tuhan (1Kor. 15:10). Amin.
REFLEKSI
Kasih adalah gabungan dari seluruh kebajikan, dan kasih menuntun kita untuk berbuat baik (Jonathan Edwards)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa dampaknya jika kita berbuat baik tanpa didasari pemahaman atas kasih Allah? Jelaskan jawaban Anda!
- Apakah yang bisa membuat orang-orang Kristen tidak mampu mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
REFERENSI
15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: ”Ikutlah Aku.” (Yoh. 21:15-19)
Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk. 9:23)
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1Kor. 15:10)
