Ibadah Umum II, 15 September 2024. Oleh: Pdt. Tjeng Kiem Gwan.
Seseorang baru bisa menghargai anugerah Tuhan jika dia bisa mengenali nilainya. Setelah itu, dia bisa mengarahkan perjalanan hidupnya. Dalam bagian ini, Paulus menyatakan tujuan hidupnya setelah menerima anugerah Tuhan.
Pertama, hidup memuliakan Tuhan (ay. 20). Paulus percaya bahwa ketika dia bersandar pada Tuhan, maka dia tidak beroleh malu. Maka, dia pun tetap setia untuk memuliakan Tuhan.
Kedua, hidup menjadi milik Kristus (ay. 21). Bertolak belakang dengan pemikiran manusiawi, Paulus justru memahami bahwa mati adalah keuntungan. Artinya, jika kita hidup bagi Kristus, maka kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Hidup kita sudah ditebus dan menjadi milik Tuhan (Rm. 14:8-9). Jangan ada pengandalan lain di dalam hidup kita di luar Dia.
Orang yang telah berjumpa dengan Kristus seperti Paulus juga mengalami perubahan hidup yang radikal. Hmaka hidupnya menjadi buah yang berdampak dan dinikmati orang lain (ay. 22; Yoh. 15:4). Maka ketika dihadapkan pada pilihan hidup atau mati, Paulus menganggapnya sama-sama baik (ay. 23). Namun jika dapat, Paulus memilih untuk tinggal di dunia ini menjadi berkat walaupun tinggal di surga jauh lebih baik (ay. 23).
Ketiga, kesempatan masih ada (ay. 25). Seperti Paulus, jika kesempatan hidup masih ada, jangan disia-siakan. Mari kita dekatkan diri, bersekutu dan menyatu di dalam Tuhan, supaya kita beroleh kekuatan dan sukacita. Amin.
REFLEKSI
Allah mungkin tidak akan memberi emas, tetapi Dia akan memberi anugerah. Dia mungkin tidak akan memberikan keuntungan, tetapi Dia akan memberi anugerah (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Jika anugerah Tuhan itu begitu besar, mengapa banyak orang yang tidak mengenalinya dan bahkan menolaknya? Jelaskan jawaban Anda.
- Adakah hal-hal di dalam kehidupan Anda yang belum menunjukkan bahwa Anda menghargai anugerah Tuhan? Bagaimana Anda akan memperbaikinya?
REFERENSI
20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus—itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, (Flp. 1:20-25)
8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. (Rm. 14:8-9)
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh. 15:4)
