Ibadah Umum I, 15 September 2024. Oleh: Pdt. Tjeng Kiem Gwan.
Kita bermitra sebagai rekan kerja Allah, sehingga kita harus mengalami sukacita. Inilah yang juga dialami oleh Paulus. Ketika berada dalam penjara, dia masih merasakan sukacita dan menuliskan surat yang menguatkan jemaat di Filipi. Bagi Paulus, Injil harus terus diberitakan dalam segala kondisi (ay. 12). Kita juga harus memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar kita (bersaksi; ay. 14).
Kemudian, Paulus juga menjelaskan adanya beberapa motivasi dalam melayani (ay. 15). Di dalam jemaat Filipi, ada orang-orang yang memberitakan Kristus dengan maksud yang tidak baik. Misalnya, iri hati atau menjadi mata pencaharian dan bukannya panggilan dari Tuhan. Tetapi, ada juga orang-orang yang melakukannya dengan maksud baik (ay. 16). Keduanya dapat dibedakan dari buah yang dihasilkannya.
Untuk dapat melayani Tuhan dengan baik dan benar, seseorang harus terlebih dulu mengalami kasih Allah. Kita tidak hanya diselamatkan pada kekekalan. Tetapi, Tuhan juga akan melindungi kita pada saat ini.
Terakhir, Paulus menyatakan prinsipnya untuk tetap bersukacita dan tidak terpengaruh dengan apa yang dialaminya (ay. 18). Dia tidak sedikitpun gentar dengan pekabar-pekabar injil yang palsu di antara jemaat di Filipi. Paulus merasa kuat karena ditopang juga oleh doa jemaatnya (ay. 19). Ada relasi antara Paulus dengan orang-orang yang dilayaninya. Amin.
REFLEKSI
Jika seseorang tidak melayani Tuhan saja, maka dia pasti sedang melayani Iblis (Martin Luther)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja dampaknya jika kita tidak merasakan sukacita dalam melayani Tuhan?
- Apa saja yang bisa menyebabkan orang-orang Kristen, bahkan hamba-hamba Tuhan, tidak merasakan sukacita dalam pelayanan? Bagaimana mengatasinya?
REFERENSI
12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. 15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, 17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, 19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. (Flp. 1:12-19)
