Ibadah Umum II, 3 November 2024. Oleh: Ev. Lim Hendra.
Bukan hebat di hadapan manusia yang penting, tetapi ‘hebat’ di hadapan Tuhan. Meski semua orang di dunia ini tidak ada yang mengakui kita, tetapi ketika Tuhan berkenan, itu cukup. Keluarga yang ‘hebat’ adalah keluarga yang memuliakan dan memperkenan hati Tuhan. Bagaimana caranya?
Pertama, setiap anggota keluarga harus mati dan dibangkitkan dulu bersama Kristus (ay. 1-3). Kematian dan kebangkitan Kristus memulihkan hidup kita dan keluarga kita. Hanya inilah cara supaya kita bisa melepaskan diri dari jerat dosa.
Kedua, mematikan manusia lama yang duniawi dan menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbarui serupa Kristus (ay. 5-14). Terapkan belas kasihan dan kemurahan, kerendahhatian dan kelemahlembutan, serta kesabaran dan pengampunan (ay. 12-13).
Setelah kita bisa memahami hal-hal di atas, barulah kita bisa menerapkannya secara spesifik sesuai peran kita dalam keluarga. Baik itu sebagai istri, suami, anak, ayah, ataupun bawahan (ay. 18-25).
Marilah kita bentuk keluarga yang kuat, sehingga gereja kita menjadi gereja yang kuat dan memuliakan nama Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Ide besarnya bukanlah kita bekerja bagi Tuhan, tetapi Dia bekerja di dalam kita… Dia membentuk keluarga yang kuat serupa dengan Anak-Nya (Oswald Chambers)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja kendala yang sedang Anda hadapi untuk membentuk keluarga yang kuat seturut Alkitab? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
- Program-program pelayanan seperti apakah yang Anda rindukan dalam gereja untuk mendukung terbentuknya keluarga yang kuat? Nyatakanlah pada rohaniwan atau pemimpin pelayanan terkait di gereja Anda.
REFERENSI
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang. (Kol. 3:18-25)
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. (Kol. 3:1-3)
5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kol. 3:5-14)
