Ibadah Umum I, 3 November 2024. Oleh: Ev. Lim Hendra.
Jika gereja kita (termasuk kita) adalah sebuah kado persembahan untuk Tuhan, akan seperti apakah itu? Apakah hanya bungkusnya yang tampak bagus. Atau, isinya juga bagus?
Gereja bisa tampak bagus dari luar. Misalnya, musiknya bagus, pelayanan steraming-nya bagus, dan jemaatnya baik-baik. Tetapi apakah keadaan kerohaniannya juga bagus?
Di dalam bagian ini, Tuhan mendapati bahwa pekerjaan jemaat Sardis tidak ada yang sempurna (ay. 3). Artinya, tidak memenuhi standar Allah (berkebalikan dari sempurna yang artinya komplit, utuh, lengkap). Hidup mereka cemar, yaitu berkompromi dengan dosa (ay. 4).
Dibanding kondisi keenam jemaat lainnya di Wahyu 2-3, jemaat Sardis relatif tidak mengalami penganiayaan dan tantangan. Hal ini disebabkan kondisi kerohanian mereka yang telah mati, sehingga tidak perlu ada serangan dari luar.
Namun, Tuhan tetap memberikan anugerah-Nya (ay. 4-5). Jemaat Sardis bisa mengalami kebangkitan dari kematian rohani dengan cara: membangun dan menguatkan apa yang sudah hampir mati (ay. 2a), mengingat dan menuruti Injil serta bertobat (ay. 3a).
Marilah kita memberikan kado yang istimewa bagi Tuhan, yang indah baik di luar maupun di dalamnya. Amin.
REFLEKSI
Tidak akan pernah ada kedamaian di dalam diri orang percaya. Memang ada damai dengan Tuhan, tetapi ada peperangan terus menerus dengan dosa (Robert Murray McCheyne)
PERTANYAAN DISKUSI
- Tantangan-tantangan apa yang bisa dihadapi oleh orang-orang Kristen ketika mereka melayani sesuai standar Allah?
- Apa ciri-cirinya jika sebuah gereja atau individu sedang mengalami kematian rohani? Apakah ciri-ciri terebut ada di gereja atau diri Anda?
REFERENSI
1 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis:
Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” (Why. 3:1-6)
