Ibadah Umum I, 10 November 2024. Oleh: Pdt. Gunaryo Sudarmanto. Hidup tidak berjalan dengan sendirinya, tetapi berjalan dalam kendali Tuhan sepenuhnya. Oleh sebab itu, kita harus mengisi hidup dengan takut akan Tuhan karena di situlah Tuhan menyediakan berkat-Nya. Apa maksudnya? Kata berbahagialah dalam Mazmur ini (ay. 1, 2) bisa juga diartikan sebagai diberkatilah. Artinya, orang...Continue Reading
Ibadah Umum II, 3 November 2024. Oleh: Ev. Lim Hendra. Bukan hebat di hadapan manusia yang penting, tetapi ‘hebat’ di hadapan Tuhan. Meski semua orang di dunia ini tidak ada yang mengakui kita, tetapi ketika Tuhan berkenan, itu cukup. Keluarga yang ‘hebat’ adalah keluarga yang memuliakan dan memperkenan hati Tuhan. Bagaimana caranya? Pertama, setiap anggota...Continue Reading
Ibadah Umum II, 18 Februari 2024. Oleh: Pdt. Daniel Kusnindar. Ayat-ayat dalam Mazmur ini mengajarkan bagaimana rumah tangga kita bisa menjadi ‘surga’ bagi kita. Masalah bisa tetap ada, tetapi ‘surga’ yang Tuhan janjikan tidak akan pernah hilang. Jika kepala keluarga (atau yang bertanggung jawab menggantikannya jika ayah sudah tidak ada) takut akan Tuhan, menuruti perintah-Nya,...Continue Reading
Ibadah Umum I, 5 November 2023. Oleh: Pdt. Kornelius A. Setiawan. Mazmur ini diawali dengan kata “Berbahagialah!” atau “Diberkatilah!” (ay. 1). Keluarga yang berbahagia menjadi dambaan semua orang. Kebahagiaan dan berkat dalam keluarga bukan didapat karena harta, tetapi relasi dengan Allah. Buktinya, kita bisa membeli kasur yang empuk atau makanan yang mahal tetapi belum tentu...Continue Reading
Ibadah Umum I, 3 September 2023. Oleh: Pdt. Gunaryo Sudarmanto. Ayah sering digambarkan sebagai tulang punggung, pelindung, atau kepala keluarga. Namun seorang ayah sejatinya juga adalah wakil Kristus di tengah keluarga Kristen. Mazmur 128 ini menarik karena menggambarkan seorang ayah sebagai laki-laki yang menjadi ayah bagi anak-anaknya dan suami bagi istrinya (ay. 4). Laki-laki di...Continue Reading
Ibadah Umum II, 11 September 2022 Abraham merupakan tokoh iman yang luar biasa. Namun demikian, keluarganya gagal. Mengapa bisa demikian padahal dia adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan? Kekeliruan Abraham adalah dia tidak melibatkan keluarganya ketika bertemu Tuhan. Ke manapun Abraham pergi, dia mendirikan mezbah (ay. 7-8). Sayangnya, dia tidak melibatkan istrinya (18:9-10). Marilah kita...Continue Reading
Ibadah Minggu, 21 Februari 2021 (Pagi) Oleh Pdt. Daniel Tanusaputra (Konselor Pastorium SAAT) Pandemi yang sudah berlangsung selama 11 bulan membuat banyak orang harus “tinggal di rumah.” Pendidikan dan gereja pun dikembalikan ke rumah seperti yang mula-mula dimaksudkan dalam Alkitab. Jika demikian, sejauh mana spiritualitas harus diwujudkan di dalam keluarga kita? Pertama, keluarga adalah tempat...Continue Reading
Ibadah Minggu, 6 September 2020 Oleh Pdt. Eddy Tendean (Gepekris Malang) Saleh berarti taat, tekun beribadah, takut akan Tuhan, iman yang teguh, dapat dipercaya, serta hidup sesuai kebenaran firman Tuhan. Namun demikian, Alkitab mencatat bahwa kesalehan sudah jarang ditemui di muka bumi (baca Kej. 18:20-33). Demikian pula, suami/ayah yang saleh juga semakin jarang. Berdasarkan data,...Continue Reading