Ibadah Umum II, 15 Desember 2024. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.
Allah yang dipercayai oleh orang-orang Kristen bukanlah Allah yang ‘jauh di sana,’ yang tidak turut campur tangan dengan apa yang dilakukan manusia. Tetapi, Allah yang Imanuel, yang ada bersama-sama dengan kita.
Inilah yang diceritakan dalam bagian ini. Yusuf, ayah Tuhan Yesus, tidak jadi menceraikan istrinya setelah seorang malaikat memberitahu bahwa anak yang dikandung Maria adalah karya Roh Kudus. Dia adalah Allah sendiri yang datang untuk menyelamatkan manusia (ay. 21). Inilah arti nama Yesus/Yehoshua (“Allah menyelamatkan”).
Jadi, walaupun Allah adalah sosok yang kudus dan agung, tetapi Dia tetap mau memperhatikan kehidupan manusia. Dia rela turun ke dalam dunia, meninggalkan kemuliaan di surga, demi menyelamatkan anak-anak-Nya. Dia merasakan penderitaan dan kesulitan yang dialami manusia (Flp. 2:5-7).
Pemahaman ini membuat kita yakin bahwa Allah sungguh mengerti kesulitan hidup kita. Dia bukan sekadar tahu secara pemikiran. Demikian pula Alkitab mengajarkan bahwa sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus berempati kepada saudara-saudara seiman yang mengalami penderitaan (baca: 1Kor. 14).
Pada saat Natal, kita kembali diingatkan bahwa Allah ada di setiap musim kehidupan kita. Marilah kita menantikan kekuatan-Nya di tengah kesulitan hidup kita. Amin.
REFLEKSI
Kristus datang kepada kita dalam dua cara: dalam natur kemanusiaan-Nya, Dia dilahirkan; dalam natur keilahian-Nya, Dia diberikan (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang biasanya menyebabkan empati orang Kristen kepada sesamanya bisa luntur?
- Perhatikan orang-orang terdekat Anda yang saat ini ada dalam pergumulan. Bagaimana Anda bisa menunjukkan empati kepada mereka?
REFERENSI
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”—yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. (Mat. 1:18-25)
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (Flp. 2:5-7)
