Ibadah Natal I, 22 Desember 2024. Oleh: Pdt. Christian Hari Soegianto.
Healing, menikmati waktu untuk memulihkan diri dari penat atau stres, sering kita dengar akhir-akhir ini. Tetapi, tidak jarang setelah melakukan itu pun, kita tetap tidak bisa pulih. Di mana kita bisa menemukan damai sejahtera?
Dalam bagian ini diceritakan seorang anak imam yang bernama Yohanes. Bukanny melayani di Bait Allah, dia malah melayani di padang gurun yang identik dengan ujian. Tetapi justru di tempat inilah Allah memberikan firman-Nya. Di tengah kondisi yang sulit dan sepertinya tidak ada harapan, ada sesuatu yang ingin disampaikan Allah bahwa ada pertolongan yang hadir.
Pertolongan yang ditawarkan oleh dunia dalam bentuk kekuasaan, kekayaan, popularitas, dan sebagainya tidak membawa damai sejahtera yang sejati. Natur manusia yang berdosa cenderung ingin memanfaatkan semuanya untuk memuaskan diri sendiri.
Namun, Yohanes memberitakan kelepasan bagi manusia dengan datangnya Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus (teks pada ayat 4 di dalam kitab Yesaya awalnya mengacu pada pulangnya orang-orang Israel dari pembuangan). Ketika Allah hadir, tidak ada hal yang tidak mungkin. Kristus akan melakukan sesuatu yang lebih besar dibanding apa yang mampu dipikirkan umat-Nya. Dialah yang akan menuntun manusia merasakan damai sejahtera yang sejati, baik waktu hidup maupun setelah mati. Amin.
REFLEKSI
Kegelapan adalah cara pandang saya; terang adalah cara pandang Tuhan (Oswald Chambers)
PERTANYAAN DISKUSI
- Mengapa ada sebagian orang Kristen yang tidak merasakan pertolongan dari Allah? Apakah itu berarti Allah mengingkari janji-Nya atau ada yang keliru dalam diri orang tersebut? Jelaskan jawaban Anda!
- Bagaimana kita bisa menghadapi masalah dengan cara yang berbeda dengan orang-orang dunia berdasarkan pengharapan yang dinyatakan dalam bagian ini?
REFERENSI
1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. 3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: ”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, 4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya:
Ada suara yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya.
5 Setiap lembah akan ditimbun
dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata,
yang berliku-liku akan diluruskan,
yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” (Luk. 3:1-6)
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” (Yoh. 1:29-31)
