Ibadah Gabungan, 26 Januari 2025. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Bagian ini menceritakan Paulus dan para tawanan yang terdampar di Malta ketika sedang berada dalam perjalanan menuju Roma. Paulus digigit ular berbisa namun tidak mati. Kemudian, dia pun menyembuhkan ayah gubernur pulau itu dan orang-orang lainnya. Oleh sebab itu, dia dihormati oleh para penduduk asli (Yun. barbarios, orang-orang yang dianggap tidak memiliki adat istiadat).
Tanpa direncanakan sebelumnya, Paulus justru bisa mengabarkan Kabar Baik kepada orang-orang di situ. Hingga zaman modern, orang-orang Kristen di pulau Malta berulang kali menghadapi berbagai tantangan iman. Namun iman mereka tetap teguh. Begitu hormatnya para penduduk di pulau ini, sampai-sampai mereka memiliki Hari Raya Kapal Karam Santo Paulus, yang diperingati setiap tanggal 10 Februari.
Apa yang dapat kita pelajari? Terdamparnya Paulus membawa berkat. Dalam kedaulatan Allah yang tidak terduga, Paulus dapat menjadi perantara keselamatan yang dijanjikan Allah. Kemudian, para penduduk aslilah yang justru menjadi orang-orang yang paling bersedia untuk menempatkan diri di hadapan firman Tuhan agar dapat ditemukan oleh anugerah Tuhan.
Pernahkah kita merasa terdampar? Tuhan sering kali membuat hidup kita tanpa direncanakan, tetapi itu Dia lakukan untuk memproses hidup kita untuk menjadi penyalur berkat. Amin.
REFLEKSI
Percayai Tuhan dalam hal-hal yang tak terduga, dan biarkan Dia mengejutkan kita dengan melakukan hal-hal yang tak terselami (Corrie Ten Boom)
PERTANYAAN DISKUSI
- Jika Tuhan bisa saja membelokkan kita untuk menggenapi rencana-Nya, masih perlukah kita membuat perencanaan dalam pelayanan kita? Mengapa?
- Pernahkah Anda ‘terjebak’ dalam situasi yang tak terduga namun justru itu menjadi berkat? Ucapkanlah syukur atas pengalaman tersebut dan saksikan kepada anggota kelompok kecil atau orang-orang terdekat Anda.
REFERENSI
41 Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat.
42 Pada waktu itu prajurit-prajurit bermaksud untuk membunuh tahanan-tahanan, supaya jangan ada seorang pun yang melarikan diri dengan berenang. 43 Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus. Karena itu ia menggagalkan maksud mereka, dan memerintahkan, supaya orang-orang yang pandai berenang lebih dahulu terjun ke laut dan naik ke darat, 44 dan supaya orang-orang lain menyusul dengan mempergunakan papan atau pecahan-pecahan kapal. Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.
Paulus di Malta
28 1 Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta. 2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin. 3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya. 4 Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: ”Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan.” 5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu. 6 Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.
7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari. 8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. 9 Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan mereka pun disembuhkan juga. 10 Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan. (Kis. 27:41-28:10)
