Ibadah Umum II, 16 Februari 2025. Oleh: Pdt. Daniel Hinarya.
Dalam ayat ini, Tuhan Yesus berkata bahwa Bapa-Nya dan Dia bekerja sampai sekarang. Bagaimana dengan kita? Bekerja berarti kita aktif (ada inisiatif) untuk mengerahkan semua tenaga dan kemampuan. Ini harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan, bukan cuma sesaat.
Dalam bekerja, kita tidak bisa sendiri. Kita perlu Tuhan untuk ikut ambil bagian. Tanpa-Nya, kita akan gagal. Kita adalah hamba yang tidak berguna. Tetapi karena Tuhan mau memakai kita, maka kita menjadi berguna. Bukan sebaliknya!
Ada beberapa bentuk campur tangan Tuhan yang diperlukan. Pertama, Tuhan menjamah hati (1Sam. 10:26). Dengan begitu, kita bisa ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dan menjadi kuat. Kedua, Tuhan membangkitkan semangat (Hag. 1:13-14). Inilah yang menjadikan kita bisa bekerja secara berkesinambungan. Apapun yang terjadi, jika Tuhan beserta, kita pasti menang. Ketiga, Tuhan mengambil alih semua yang kita lakukan (Kis. 17:28). Kita bergantung penuh kepada Tuhan dan dimampukan oleh-Nya.
Ikutilah bentuk-bentuk campur tangan Tuhan ini supaya kita bisa bekerja secara berkesinambungan hingga Tuhan Yesus datang. Amin.
REFLEKSI
Kita bekerja, bahkan bekerja keras. Tetapi pertanyaannya, “Apa yang sedang kita kerjakan? Siapa yang menjadi Tuan kita? Dengan apa kita kerjakan?” (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang akan terjadi ketika seorang Kristen bermalas-malasan dan hanya mau menikmati hidupnya?
- Adakah pekerjaan Tuhan yang bisa Anda lakukan saat ini? Lakukanlah selagi ada waktu!
REFERENSI
Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” (Yoh. 5:17)
Saul pun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah. (1Sam. 10:26)
13 Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: ”Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN.” 14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka, (Hag. 1:13-14)
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu:
Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. (Kis. 17:28)
