Ibadah Umum I, 16 Februari 2025. Oleh: Pdt. Daniel Hinarya.
Pernyataan ini, yang dikutip oleh Tuhan Yesus dari Mzm. 69:10, menyatakan kasih yang membara. Kasih seperti ini akan menuntun kita untuk bekerja keras dengan penuh semangat bagi kemuliaan Tuhan. Kasih harus diwujudkan dalam perbuatan nyata, bukan sekadar berkata-kata (1Yoh. 3:18).
Ada beberapa wujud kasih yang membara dalam hidup kita. Pertama, melayani Tuhan. Ada banyak cara untuk melayani Tuhan, bukan hanya di mimbar. Misalnya, mengunjungi orang-orang yang sakit. Kedua, bekerja bagi Tuhan. Aktiflah di dalam gereja kita, jangan cuma berdiam diri. Ketiga, mempersembahkan kurban. Untuk menjadi berkat bagi orang lain, kita harus rela merasakan sakit. Tentu harus dengan pimpinan Roh Kudus. Keempat, memberi persembahan. Kita dapat melakukannya dengan cara mempersembahkan kolekte, dana Natal, dan sebagainya sesuai dengan kerelaan kita.
Dunia memang akan semakin jahat. Tetapi, jangan sampai olehnya kasih kita menjadi padam. Biarlah kasih yang membara seperti ini terus membakar hati kita sehingga kita terus melakukan apa yang Tuhan perintahkan hingga akhir zaman. Amin.
REFLEKSI
Kita tidak mungkin dapat mengasihi orang lain jika tidak mengembangkan kasih kepada Tuhan (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja hal-hal yang bisa membuat kasih kita menjadi dingin? Bagaimana menghindarinya?
- Berdasarkan beberapa wujud kasih yang dijabarkan dalam khotbah ini, bagaimana langkah praktis yang dapat Anda lakukan?
REFERENSI
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: ”Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Mzm. 69:10)
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1Yoh. 3:18)
