Ibadah Umum I, 9 Maret 2025. Oleh: Pdt. Andreas Hauw.

Yohanes dikenal sebagai “rasul kasih” karena sangat menekankan kasih dalam surat-suratnya. Hal itu dilatarbelakangi oleh pergumulan di dalam jemaat. Sebagian orang hanya menekankan bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi menolak bahwa Dia juga sekaligus adalah manusia. Mereka disebut anti-Kristus (2:18-19), penipu (2:22), anak-anak Iblis (3:10), menekankan ilham (4:1-6), dan memiliki perbedaan doktrin (5:5-8). Dalam konflik seperti ini, kasih menjadi batu ujian. Bagaimana mungkin mengasihi orang-orang seperti itu?

Hanya kekuatan kasih dari Allah, sumber kasih itulah, yang tidak akan menghentikan diri untuk tetap mengasihi, musuh sekalipun. Maka, Yohanes mengatakan bahwa Allah adalah kasih (dalam bahasa aslinya, berbentuk kata benda). Kasih yang sesungguhnya adalah kasih Allah, yang sudah mengutus Anak-Nya menjadi pendamaian bagi kita. Jadi, ketika orang mengasihi (kata kerja), itu belum tentu dari Allah.

Di dalam masa Pra-Paskah ini, marilah kita diingatkan oleh kasih Allah ini. Kasih bukan sekadar tindakan memberi, tetapi kasih yang berkurban, seperti Anak Allah yang memberikan diri-Nya bagi kita. Kasih seperti ini akan mendorong kita untuk mengasihi sesama, apapun halangannya.

Jika Tuhan telah mengatur kita untuk menerima kasih-Nya, maka marilah kita bagikan kasih kepada orang-orang di sekitar kita. Biarlah kesaksian kita menerangi dunia ini. Amin.

REFLEKSI

Kita tidak dapat merindukan untuk mengasihi sesama jika pertama-tama kita tidak menumbuhkan kasih kepada Tuhan (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Sebutkan beberapa perbedaan antara kualitas kasih Kristen dengan kasih yang ada di dunia ini.
  2. Apa saja hal-hal yang menghambat kasih untuk diterapkan dalam gereja Anda? Bagaimana Anda akan mengatasinya?

REFERENSI

7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1Yoh. 4:7-10)

18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. 19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. (1Yoh. 2:18-19)

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (1Yoh. 2:22)

Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya. (1Yoh. 3:10)

1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, 3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. 4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. 6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan. (1Yoh. 4:1-6)

5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? 6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. (1Yoh. 5:5-8)

About the author

Leave a Reply