Mencintai dan Memberi: Belajar dari Maria Betania (Yoh. 12:1-8)

Ibadah Umum II, 23 Maret 2025. Oleh: Ev. Karmelita Suryanto.

Pengurapan Yesus dalam kisah ini terjadi enam hari sebelum Paskah yang dirayakan untuk memperingati bebasnya bangsa Israel dari Mesir (ay. 1; Yoh. 11:55). Darah domba yang ditorehkan di pintu orang-orang Israel ketika peristiwa Paskah di Mesir nantinya akan digenapi oleh Paskah ketika darah Kristus tercurah di salib.

Menariknya, peristiwa pengurapan ini didahului dan diakhiri oleh dua kematian: kematian Lazarus dan Yesus. Kemudian, ada dua orang yang bersiasat membunuh Yesus, yaitu Kayafas dan Yudas. Tetapi, pengurapan ini dilakukan oleh seorang wanita, yaitu Maria dari Betania. Jadi, peristiwa pengurapan ini adalah kisah yang menjadi sentral dari peristiwa-peristiwa yang melingkupinya, termasuk juga kematian dan kebangkitan Yesus.

Maria dari Betania mengurapi Yesus dengan minyak yang sangat mahal (hampir 500 juta Rupiah uang saat ini). Yudas melihatnya sebagai pemborosan. Hal ini tampak baik tetapi berasal dari hati yang buruk. Sementara, Yesus melihat tindakan Maria yang tampak buruk ini, namun didasari dari hati yang baik. Maria melakukannya sebagai ungkapan cintanya kepada Yesus.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih berpusat pada diri sendiri seperti Yudas, atau telah meluap ungkapan syukur seperti Maria? Paling tidak ada tiga hal berharga yang bisa kita persembahkan pada Tuhan, yaitu: waktu,  keluarga, dan diri kita. Amin.

REFLEKSI

Mungkin kita bisa memberi tanpa mencintai, tetapi kita tidak mungkin mencintai tanpa memberi (John F. Macarthur)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Pada masa kini, cinta sering didefinisikan sebatas perasaan emosional belaka, namun tidak selalu mendorong pada tindakan nyata. Apa saja yang menyebabkannya?
  2. Apakah semakin besar perasaan cinta akan menghasilkan pemberian yang semakin besar?

REFERENSI

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.  4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 ”Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7 Maka kata Yesus: ”Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” (Yoh. 12:1-8)

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. (Yoh. 11:55)

About the author

Leave a Reply