Orang Benar Diperhatikan Tuhan (Mal. 3:13-18)

Ibadah Umum II, 13 Juli 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka.

Setelah menjadi orang Kristen, tidak secara otomatis kehidupan kita akan menjadi lebih makmur. Akan ada berbagai tantangan iman yang harus kita hadapi. Sebaliknya, orang-oang yang tidak percaya Tuhan justru terlihat hidup enak. Dilema seperti ini bisa menggoyahkan iman, seperti yang terjadi pada bangsa Israel di zaman Maleakhi. Akhirnya, mereka mulai hidup asal-asalan.

Nabi Maleakhi pun diutus Tuhan untuk menegur mereka. Maleakhi menyadarkan bahwa justru karena kasih mereka kepada Tuhan pudar, maka mereka menjadi fokus pada diri sendiri dan goyah imannya. Maleakhi menegaskan bahwa Tuhan akan memperhatikan orang benar, bahkan menjadikan mereka harta kesayangan-Nya (Ibr. segullah, ay. 17). Selain itu, ada saatnya Tuhan juga akan memberikan “upah” bagi setiap orang menurut perbuatannya, entah itu baik atau jahat. Orang yang hidup benar akan ditinggikan oleh Tuhan.

Kebenaran ini memberi kekuatan kepada kita untuk terus hidup benar, memancarkan terang Tuhan di tengah kegelapan. Jangan takut terhadap berbagai tantangan yang menyertainya, karena Alkitab menyatakan bahwa kegelapan tidak mungkin mengalahkan terang (Yoh. 1:5). Jangan tergoda untuk berkompromi, karena walaupun di awalnya terlihat menang, tetapi akan ada kerugian besar yang akan kita derita. Ingatlah bahwa jerih lelah kita di hadapan Tuhan tidak sia-sia, Dia akan memperhatikan kita secara mendetail. Amin.

REFLEKSI

Meskipun manusia bisa salah, Tuhan selalu setia (Matthew Henry)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja yang bisa membuat orang-orang Kristen bengkok jalannya?
  2. Bagaimana caranya supaya kita tetap setia di jalan Tuhan?

REFERENSI

13 Kata-katamu sangat kasar terhadap Aku, firman TUHAN. Tetapi, kamu berkata, ”Kata-kata kami yang mana melawan-Mu?” 14 Kamu berkata, ”Sia-sialah beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara ketetapan-Nya dan berjalan dengan pakaian kabung di hadapan TUHAN Semesta Alam? 15 Sekarang, kita menyebut orang sombong berbahagia. Orang yang berbuat fasik itu bukan saja beruntung, tetapi juga luput meskipun mereka mencobai Allah.” 16 Orang-orang yang takut akan TUHAN lalu berbicara satu kepada yang lain, ”TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi yang menghormati nama-Nya.” 17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku pada hari Aku bertindak, firman TUHAN Semesta Alam. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 18 Maka kamu akan kembali melihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. (Mal. 3:13-18 TB-2)

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Yoh. 1:5)

About the author

Leave a Reply