Dari Krisis kepada Pengakuan Iman (Mzm. 73)

Ibadah Umum I, 20 Juli 2025. Oleh: Pdt. Christian Sulistio.

Ada banyak orang di dunia, termasuk orang Kristen, yang meyakini konsep karma atau tabur tuai (ketika kita berbuat jahat, maka akan mendapat hal buruk, dan sebaliknya). Namun kenyataannya, di dunia ini malah kita dapati hal yang sebaliknya.

Inilah yang diceritakan dalam mazmur ini. Orang yang secara spiritual melawan Allah (ay. 9-10) malah menikmati syalom, yaitu keadaan fisik, mental, dan sosial yang baik (ay. 3-8). Sementara Asaf, yang hidupnya benar, malah menderita (ay. 14). Itulah yang membuatnya hampir kehilangan iman (ay. 2) dan sepertinya sia-sia menjadi orang benar (ay. 13). Fenomena ini sangat membingungkan Asaf (ay. 17).

Namun Asaf mengalami titik balik, cara pandangnya berubah, ketika dia masuk ke dalam tempat kudus Allah (ay. 17). Pertama, Asaf melihat kondisi akhir orang fasik, syalom yang mereka miliki rapuh, mudah hancur, dan singkat (ay. 18-20; bnd. perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang yang membangun di atas batu dan pasir). Suatu saat, Tuhan pasti akan menjatuhkan keadilan-Nya.

Kedua, Asaf menyadari bahwa justru pada saat itulah, dia memiliki kondisi hidup yang terbaik sebagai manusia (ay. 23-24). Meskipun Asaf mengalami kemalangan, dia memiliki relasi dengan Allah dan dikasihi oleh-Nya. Ketiga, Asaf mengarahkan keinginan hatinya yang terdalam kepada Allah (ay. 25-26). Kemelekatan hatinya bukan lagi pada hal-hal yang ada di dunia ini, tetapi pada Allah. Bukankah semua yang ada di dunia ini adalah pemberian Allah?

Jadi, marilah kita tidak lagi dibingungkan dengan keadaan dunia yang seakan tidak adil. Biarlah hati kita tetap ditujukan kepada Allah, yang memegang tangan kita. Amin.

REFLEKSI

Tingkah laku kita ketika dalam keadaan membutuhkan dan krisis menyatakan siapa sesungguhnya diri kita (David Martyn-Lloyd Jones)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jika Anda dihadapkan pada dilema sungguh-sungguh menaati Tuhan tetapi hidup menderita atau suam-suam kuku menaati Tuhan tetapi hidup makmur, manakah yang akan Anda pilih? Mengapa?
  2. Apa saja tindakan-tindakan kita ketika menghadapi krisis yang justru akan semakin melemahkan iman dan kekuatan?

REFERENSI

1 Mazmur Asaf.

Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya,

bagi mereka yang bersih hatinya.

2             Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset,

nyaris aku tergelincir.

3             Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,

kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

4             Sebab kesakitan tidak ada pada mereka,

sehat dan gemuk tubuh mereka;

5             mereka tidak mengalami kesusahan manusia,

dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

6             Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan

dan berpakaian kekerasan.

7             Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok,

hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.

8             Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya,

hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.

9             Mereka membuka mulut melawan langit,

dan lidah mereka membual di bumi.

10           Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,

mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.

11           Dan mereka berkata: ”Bagaimana Allah tahu hal itu,

adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?”

12           Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik:

mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

13           Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih,

dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.

14           Namun sepanjang hari aku kena tulah,

dan kena hukum setiap pagi.

15           Seandainya aku berkata: ”Aku mau berkata-kata seperti itu,”

maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.

16           Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya,

hal itu menjadi kesulitan di mataku,

17           sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah,

dan memperhatikan kesudahan mereka.

18           Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka,

Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.

19           Betapa binasa mereka dalam sekejap mata,

lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

20           Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan,

pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

21           Ketika hatiku merasa pahit

dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

22           aku dungu dan tidak mengerti,

seperti hewan aku di dekat-Mu.

23           Tetapi aku tetap di dekat-Mu;

Engkau memegang tangan kananku.

24           Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku,

dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

25           Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau?

Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

26           Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,

gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

27           Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa;

Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

28           Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah;

aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah,

supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

(Mzm. 73)

About the author

Leave a Reply