Aku Hendak Menuturkan Kasih Setia TUHAN (Yes. 63:7-9)

Ibadah Umum II, 28 Desember 2025. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Bagian ini merupakan doa Yesaya, seorang nabi yang telah mengalami berbagai macam kesulitan dalam pelayanannya. Yesaya tidak melupakan kasih setia Tuhan dalam hidupnya sehingga dia menceritakannya. Dia mengingat segala perbuatan Tuhan yang masyhur (ay. 7).

Melalui Sang Juru Selamat, manusia menjadi berpengharapan karena Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera (ay. 8; Yer. 29:11). Jadi, jika kita mengalami hal-hal baik di dalam kehidupan ini, ingatlah bahwa itu semua berasal dari Tuhan (ay. 9a). Bahkan, Tuhan sendiri yang mendatangi kita dalam mengerjakan karya keselamatan (ay. 9b-c). Tuhan menyertai kita di dalam segala pergumulan hidup (ay. 9d; Ibr. 13:5-6). Jadi, kalau kita ada di dalam Tuhan, maka tidak akan ada hal-hal yang terlalu sulit untuk kita lewati.

Dalam menyongsong tahun yang baru, marilah kita melangkah bersama Tuhan dengan menghitung berkat-berkat-Nya. Amin.

REFLEKSI

Yesus, saksi yang kudus dan sejati, akan memampukan mereka yang setai kepada-Nya untuk menjadi saksi-saksi-Nya (G.K. Beale)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja bedanya kasih setia Tuhan dengan kasih setia manusia?
  2. Bagaimana caranya Anda dapat menceritakan kasih setia Tuhan kepada orang-orang di sekitar Anda pada saat ini? Lakukanlah dengan memohon bimbingan dari Roh Kudus.

REFERENSI

7      Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN,

perbuatan TUHAN yang masyhur,

sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita,

dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel

yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya

dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.

8      Bukankah Ia berfirman: ”Sungguh, merekalah umat-Ku,

anak-anak yang tidak akan berlaku curang,”

maka Ia menjadi Juruselamat mereka

9      dalam segala kesesakan mereka.

Bukan seorang duta atau utusan,

melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka;

Dialah yang menebus mereka

dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya.

Ia mengangkat dan menggendong mereka

selama zaman dahulu kala. (Yes. 63:7-9)

 

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer. 29:11)

 

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:

”Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut.

Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibr. 13:5-6)

About the author

Leave a Reply