Ibadah Umum II, 4 Januari 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Matius melihat sosok Yesus sebagai Musa yang baru. Kalau di dalam Perjanjian Lama, Musa naik ke gunung untuk menerima dua loh batu, maka di bagian ini Matius menceritakan Yesus naik ke bukit untuk memberikan Kabar Baik. Selain itu, Yesus dikatakan duduk, yang menandakan sedang mengajar.
Mengapa Yesus mengatakan bahwa mereka yang berdukacita adalah orang-orang yang berbahagia? Di dalam konteks Perjanjian Lama, berduka cita yang dimaksud adalah dukacita karena dosa (Yes. 61:2; Ezr. 10:6). Bangsa Israel berkabung karena dosa-dosa mereka yang menyebabkan Yerusalem hancur dan mereka dibawa ke Pembuangan. Kemudian, orang-orang Yahudi pada masa Yesus juga sedang ada di bawah penjajahan Romawi. Jadi, ketika kita juga berdukacita melihat penderitaan umat Allah, maka kita akan dihibur oleh Allah.
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari bagian ini. Pertama, ucapan bahagia menunjukkan akan adanya saat bersukacita, tetapi dukacita masih umum terjadi di dunia ini. Namun, mereka yang sering dilupakan dunia tidak dilupakan Tuhan. Kedua, ucapan bahagia juga mengingatkan pentingnya berduka atas dosa-dosa pribadi dan komunitas (kolektif). Dosa bukan untuk disebarluaskan, tetapi untuk didoakan sehingga orang yang melakukannya menjadi sadar dan meninggalkannya. Ketiga, kepuasan sejati bukan didapat karena hal-hal duniawi, tetapi karena hubungan yang mendalam dengan Tuhan dan sesama kita. Amin.
REFLEKSI
Hasil dari dukacita yang kudus adalah penghiburan: mereka akan dihibur. Itulah sebabnya mereka dikatakan berbahagia/diberkati. Bukan dukacita yang menyebabkan berbahagia, tetapi karena penghibutan Tuhan yang diberikan kepada mereka yang berdukacita menurut kehendak-Nya (John F. MacArthur)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang membedakan dukacita yang datang secara alami dengan dukacita menurut kehendak Allah?
- Bagaimana caranya supaya kita lebih peka terhadap dosa?
REFERENSI
1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4 Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur. (Mat. 5:1-4)
untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN
dan hari pembalasan Allah kita,
untuk menghibur semua orang berkabung, (Yes. 61:2)
Sesudah itu Ezra pergi dari depan rumah Allah menuju bilik Yohanan bin Elyasib, dan di sana ia bermalam dengan tidak makan roti dan minum air, sebab ia berkabung karena orang-orang buangan itu telah melakukan perbuatan tidak setia. (Ezr. 10:6)
