Ibadah Umum I, 4 Januari 2026. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.
Bagian ini dikenal dengan “Ucapan Bahagia”, yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada orang banyak (ay. 1). Kata berbahagialah di sini berarti sukacita dan dalam keadaan beruntung (Yun. makarios) serta damai dan sejahtera (Ibr. syalom). Kebahagiaan seperti ini tidak bisa dikejar oleh manusia karena datangnya hanya dari anugerah Tuhan. Yesus menjabarkan siapa saja orang-orang yang berbahagia (ay. 3-12).
Di dalam ayat ketiga, Yesus berkata bahwa orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang berbahagia. Miskin di sini bukan berarti secara keuangan. Namun, orang yang sungguh-sungguh saleh kerohaniannya dan merasa dirinya tidak mampu sehingga 100% bersandar pada Tuhan. Orang-orang seperti ini akan diselamatkan oleh Tuhan sehingga dikatakan mereka akan memiliki Kerajaan Surga (diberi tempat di Kerajaan Surga).
Kemudian, Alkitab menyatakan bahwa semua manusia ada dalam keadaan berdosa (Rm. 5:12; 3:23-24). Dengan keadaan seperti ini, maka manusia berseteru dengan Tuhan. Yesus memberikan diri-Nya dengan penuh kasih untuk menggantikan hukuman yang seharusnya diterima manusia. Orang-orang yang telah didamaikan dengan Tuhan itu kemudian dijadikan sebagai anak-anak Allah (ay. 3).
Jadi, marilah kita senantiasa kita hidup berdamai dengan Tuhan dan sesama. Kita harus aktif bertindak untuk mewujudkan damai di lingkungan sekitar kita. Amin.
REFLEKSI
Damai bertakhta ketika Tuhan bertakhta (Julian dari Norwich)
PERTANYAAN DISKUSI
- Setujukah Anda bahwa orang yang miskin lebih berkenan di hadapan Tuhan dibanding orang yang kaya? Jelaskan!
- Bagaimana Anda dapat mewujudkan kedamaian di lingkungan sehari-hari?
REFERENSI
1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4 Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
5 Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
8 Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
9 Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Mat. 5:1-12)
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Rm. 5:12)
23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. (Rm. 3:23-24)
