Ibadah Umum II, 11 Januari 2026. Oleh: Pdt. Nurtjahja.
Salah satu tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk melayani, seperti Yesus yang datang ke dunia bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani (Mrk. 10:45). Maka, pelayanan sebenarnya bukan beban, tetapi panggilan. Selain memberi dampak, kita akan memuliakan Allah (Rm. 15:6). Kemudian, kita hendaknya membawa damai dalam pelayanan (Mat. 5:9).
Bagaimana kita membawa damai dalam pelayanan supaya Bapa dimuliakan? Pertama, miliki sikap hati yang benar (Gal. 5:22-24). Jadi, bukan sekadar mengandalkan talenta dan kemampuan. Kita juga harus rela menyalibkan keinginan, hawa nafsu, dan ambisi. Dengan demikian, timbul kedamaian.
Kedua, menolak konflik (Ef. 4:2-4). Jika gereja terikat pada persaudaraan yang kuat, maka pelayanan akan tetap berjalan walaupun ada konflik. Kemudian, diperlukan juga adanya ketaatan pada pemimpin jemaat.
Ketiga, hadir sebagai solusi (Gal. 6:1-2). Di dalam pelayanan, kita tidak bisa berbuat seenaknya, tetapi harus menerapkan hukum Kristus. Itulah yang Tuhan inginkan dan akan membuat suasana pelayanan berbeda. Pembawa damai tidak perlu dikenal atau tampil di mimbar, tetapi menghadirkan “surga kecil” dalam pelayanan.
Kita dipanggil bukan sekadar melayani, tetapi sebagai pembawa damai. Berbahagialah, karena kita akan disebut anak-anak Allah (Mat. 5:9). Amin.
REFLEKSI
Kita tidak diselamatkan karena melayani, tetapi diselamatkan untuk melayani (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Bolehkah kita selalu bersikap pasif atau menghindari konflik demi tercapainya kedamaian? Jelaskan!
- Apa saja yang biasanya menyebabkan perselisihan dalam pelayanan? Bagaimana menghindari atau mengatasinya?
REFERENSI
5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. (Rm. 15:5-6)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mrk. 10:45)
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Mat. 5:9)
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. (Gal. 5:22-24)
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, (Ef. 4:2-4)
1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Gal. 6:1-2)
