Berbahagialah Orang yang Lemah Lembut (Mat. 5:5)

Ibadah Umum I, 18 Januari 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.

Manusia memiliki kecenderungan untuk membalas perlakuan yang tidak mengenakkan. Namun, bagaimana kita sebagai orang Kristen yang dipanggil sebagai pembawa damai dalam menyikapi keadaan seperti ini?

Di dalam frasa Berbahagialah (Yun. makarios; Mat. 5:5; Ibr. ’ašrê; Mzm. 1:1) terkandung nuansa kasih divinitas, yang menyatakan bahwa Tuhanlah yang memberkati. Sementara itu, lemah lembut (Yun. praus) bukan berarti orang yang mudah dimanfaatkan, tetapi justru memiliki kendali atas dirinya. Dia tidak dikendalikan oleh emosi dan kepribadiannya, tetapi menyerahkan kendalinya kepada Tuhan sebagai tuannya. Kata ini juga berpadanan dengan “miskin di hadapan Allah” (Mat. 5:3). Artinya, dia bergantung sepenuhnya kepada Tuhan karena menyadari identitasnya sebagai umat-Nya.

Orang yang lemah lembut dikatakan akan memiliki (Yun, kléronomeó) bumi (Mzm. 37:11). Ketika Tuhan Yesus memerintah dunia ini, orang-orang yang percaya kepada-Nya akan ada bersama Dia dan mengalami kebahagiaan selamanya.

Kita belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari penegasan diri dan kekuasaan. Kemudian, kelemahlembutan justru merupakan kekuatan pribadi yang terkendali. Terakhir, orang yang lemah lembut adalah orang yang patuh pada Tuhan. Walaupun terlihat sulit untuk melakukannya, ingatlah bahwa ada anugerah Allah yang akan memampukan kita. Amin.

REFLEKSI

Kelemahlembutan adalah anugerah, dihasilkan oleh Roh Kudus, di dalam hidup orang Kristen, yang mewarnai respons seseorang terhadap Allah dan sesama (John Calvin)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja dampaknya ketika orang-orang di dalam lingkungan Kristen (misal, keluarga atau gereja) cenderung untuk saling membalas?
  2. Bagaimana menasihati anak-anak yang mengalami perundungan (bully) dalam kerangka kelemahlembutan di dalam bagian ini?

REFERENSI

1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

3      ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

4      Berbahagialah orang yang berdukacita,

karena mereka akan dihibur.

5      Berbahagialah orang yang lemah lembut,

karena mereka akan memiliki bumi. (Mat. 5:1-5)

 

Berbahagialah orang

yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,

yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,

dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm. 1:1)

 

Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri

dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. (Mzm. 37:11)

About the author

Leave a Reply