Ibadah Umum I, 21 Juni 2026. Oleh: Pdt. Obeth Musabani.
Alkitab berisi ketetapan Tuhan yang tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dilakukan. Di dalamnya berisi petunjuk yang memberi berkat bagi orang-orang yang percaya dan melakukannya (Ams. 23:18; 13:14).
Kerajaan Allah berarti Allah berkuasa di dalam diri kita melalui Yesus Kristus sehingga hubungan kita dengan Allah, sesama, dan diri sendiri dipulihkan, ditandai dengan adanya damai sejahtera. Di dalam Kerajaan Allah terdapat ketetapan-ketetapan Allah untuk dijalankan. Kita harus melakukannya bukan sekadar yang terkait dengan ibadah, persembahan, atau pelayanan, tetapi juga menghormati Allah dengan melakukan setiap hukum-Nya di dalam kehidupan kita.
Di dalam bagian ini, Tuhan Yesus memberi pilihan bagi para pendengar-Nya untuk melakukan atau tidak melakukan firman-Nya (ay. 24, 26). Keduanya sama-sama berisiko, seperti digambarkan kedua rumah di dalam perumpamaan ini sama-sama diterpa badai. Namun, hasilnya akan berbeda.
Orang yang melakukan firman-Nya akan memiliki kehidupan yang stabil. Dia disebut sebagai orang yang bijaksana karena mengenal jalan Tuhan (ay. 24). Kita dapat melakukannya dengan cara membangun persekutuan dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan (1Tes. 5:15-19).
Marilah kita terus melakukan firman Tuhan sehingga hidup kita akan semakin kokoh di tengah segala tantangan. Amin.
REFLEKSI
Berkat dari firman Tuhan hanya dapat diketahui dan dialami ketika dilakukan (Andrew Murray)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja tantangan yang biasa dialami oleh orang percaya dalam dunia saat ini untuk menaati hukum Allah? Sebutkan tantangan dari dalam maupun dari luar diri!
- Bagaimana ciri-ciri orang yang sedang membangun kehidupannya dengan cara yang bijaksana? Apakah ini berarti kehidupannya harus lebih maju dibanding orang lain? Jelaskan jawaban Anda!
REFERENSI
24 ”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Mat. 7:24-27)
Karena masa depan sungguh ada,
dan harapanmu tidak akan hilang. (Ams. 23:18)
Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan,
sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut. (Ams. 13:14)
15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
19 Janganlah padamkan Roh, 20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. (1Tes. 5:15-19)
