Ibadah Umum II, 30 Agustus 2026. Oleh: Pdt. Joshua Lau.
Di dalam hidup ini, terkadang kita menghadapi masalah yang kelihatannya tidak kunjung selesai. Di tengah situasi seperti itu, kita bisa bergumul dan mempertanyakan Tuhan, yang sepertinya meninggalkan kita. Inilah yang tersirat juga dalam Mazmur 22. Siang-malam Daud berseru kepada Tuhan yang kelihatannya sia-sia karena Tuhan tidak menjawab (ay. 2-3).
Namun demikian, Daud tetap mengakui bahwa Allah itu kudus, layak dipuji, dan menyelamatkan bangsa Israel (ay. 4-5). Jadi, di tengah kekalutannya, Daud tetap percaya pada Allah. Ini selaras dengan janji Allah yang tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya (Ul. 31:7; Yos. 1:5; Kej. 28:15). Janji ini terbukti juga dalam kehidupan Daud, sedari kecil hingga masa tuanya.
Jika demikian, mengapa Daud berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (ay. 2) kalau Allah tidak meninggalkannya dan Daud pun tetap percaya pada Allah?
Banyak penafsir yang menyimpulkan bahwa seruan ini dikatakan Daud bukan karena ketidakpercayaannya, tetapi karena dia sedang bernubuat. Inilah seruan yang juga diucapkan oleh Tuhan Yesus di salib (Mrk. 15:34). Tuhan Yesus rela ditinggalkan Allah ketika sedang menanggung dosa kita karena Dia sangat mengasihi kita.
Jika demikian, bagaimana kita merespons kasih-Nya? Marilah persembahkan hidup kita bagi Dia. Amin.
REFLEKSI
Siapa pun yang sungguh-sungguh yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya, tidak akan diliputi oleh kecemasan yang berlebihan, sebab ia akan bergantung pada pemeliharaan-Nya (John Calvin)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja yang membedakan antara orang percaya dan lainnya ketika menghadapi pergumulan hidup?
- Apa yang bisa Anda lakukan supaya tetap kuat di tengah pergumulan yang solusinya belum kunjung terlihat?
REFERENSI
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud.
2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?
Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh
dan tidak menolong aku.
3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab,
dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam
di atas puji-pujian orang Israel.
5 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya;
mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.
6 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput;
kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu. (Mzm. 22:1-6)
Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: ”Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. (Ul. 31:7)
Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Yos. 1:5)
Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu. (Kej. 28:15)
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ”Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mrk. 15:34)
