Berbahagialah Orang yang Lapar dan Haus Akan Kebenaran (Mat. 5:6)

Ibadah Umum II, 18 Januari 2026. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Dalam ucapan bahagia ini, Yesus menggabungkan kata lapar dan haus untuk menyatakan keinginan yang sangat mendalam. Orang dalam keadaan seperti ini akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya, bisa secara positif maupun negatif. Seluruh kehidupannya akan terpengatuh.

Yesus jelas sekali menekankan bahwa kita harus lapar dan haus akan kebenaran, bukan hal-hal duniawi. Kebenaran (Yun. dikaiosuné) dalam ayat ini berarti melakukan sesuatu yang dikehendaki Allah dan untuk menyenangkan-Nya. Seperti inilah yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis ketika dia taat untuk membaptis Yesus (Mat. 3:15).

Selain itu, kita harus melakukannya secara konsisten, kapan saja dan di mana saja (bnd. Ams. 15:3; Rm. 12:2; 1Kor. 10:23; Gal. 6:7). Kemudian, kita harus melakukannya secara aktif dan dengan sepenuh hati (Mzm. 42:2-3).

Jika kita mengutamakan apa yang disenangi Allah, maka Dia akan mencukupkan yang lain-lain (Mat. 6:33). Dampaknya, kita akan terus-menerus dipuaskan oleh Tuhan (Mat. 5:6b; Yoh. 4:14). Amin.

REFLEKSI

Orang yang lapar dan haus akan kebenaran kemudian menjadi lapar dan haus untuk selaras dengan kehendak Tuhan (D.A. Carsom)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa dampaknya jika seorang Kristen terus mengejar hal-hal yang bersifat dunawi?
  2. Pada saat ini, apa yang menjadi keinginan Anda yang terdalam? Ujilah apakah ini selaras dengan kebenaran Tuhan.

REFERENSI

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,

karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6)

 

Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: ”Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. (Mat. 3:15)

 

Mata TUHAN ada di segala tempat,

mengawasi orang jahat dan orang baik. (Ams. 15:3)

 

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm. 12:2)

 

”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1Kor. 10:23)

 

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Gal. 6:7)

 

 

2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,

demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

3      Jiwaku haus kepada Allah,

kepada Allah yang hidup.

Bilakah aku boleh datang

melihat Allah? (Mzm. 42:2-3)

 

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat. 6:33)

 

“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh. 4:14)

About the author

Leave a Reply