Bijak Dalam Bekerja (Profesi) (Kej. 3:17b, 3:19a, 2Tes. 3:10b)

Ibadah Umum I, 17 September 2023. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.

Profesi adalah bidang pekerjaan yang ditempuh melalui pendidikan dan keahlian. Misalnya, sebagai hakim, dokter, hamba Tuhan, dan lainnya. Ada banyak ayat Alkitab yang menyatakan bahwa manusia harus bekerja untuk dapat makan, seperti Kejadian 3:17a, 19a, atau 2 Tesalonika 3:10b.

Maka, bagaimana kita bisa memilih pekerjaan sesuai firman Tuhan? Memang tidak ada ayat Alkitab yang spesifik. Namun, ada nasihat seperti yang dituliskan Yakobus bahwa kita harus meminta tuntunan Tuhan (Yak. 4:13-17). Dengan begitu, kita tahu apakah suatu pekerjaan baik atau tidak. Pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan judi online, film porno, atau narkoba, misalnya, jelas bukan pekerjaan yang baik.

Selanjutnya, marilah kita periksa apa tujuan kita bekerja? Seperti halnya bangsa Israel yang dikeluarkan dari tanah Mesir untuk beribadah pada Tuhan (Kel. 3:12), maka kita pun harus bekerja untuk memuliakan Tuhan. Kadang, hal ini berarti kita harus meninggalkan pekerjaan kita sebelumnya yang tidak baik.

Kemudian, bagaimana memuliakan Tuhan dalam bekerja? Jaga kesucian dan teladan (Ams. 16:8), serta setia, taat, dan tekun (Ef. 6:5; Rm. 11:36). Terakhir, apa yang harus kita lakukan dalam kesibukan bekerja? Siapkan waktu untuk beribadah, saat teduh, dan melayani Tuhan; disiplin waktu untuk keluarga; disiplin memberikan persembahan; serta siapkan waktu untuk pelayanan sosial. Yakinlah, Tuhan pasti menjaga kita (Ibr. 13:5; Mzm. 37:25). Amin.

REFLEKSI

Tenggelamkan dirimu dalam pekerjaan seperti Tuhan adalah atasanmu yang utama (Richard C. H. Lenski)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang akan terjadi ketika kita tidak bekerja menurut firman Tuhan?
  2. Berdasarkan isi khotbah ini, bagaimana Anda bisa memuliakan Tuhan melalui pekerjaan Anda?

REFERENSI

Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu. (Kej. 3:17b)

Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. (Kej. 3:19a)

“Orang yang tidak mau bekerja, tidak boleh makan.” (2Tes. 3:10b BIMK)

13  Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. (Yak. 4:13-17)

Lalu firman-Nya: ”Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” (Kel. 3:12)

Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. (Ams. 16:8)

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus (Ef. 6:5)

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Rm. 11:36)

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibr. 13:5)

Dahulu aku muda, dan sekarang aku tua, tetapi aku belum pernah melihat orang benar ditinggalkan, atau keturunannya mengemis makanan. (Mzm. 37:25)

About the author

Leave a Reply