Damai di Tengah Krisis (Mrk. 4:36-41)

Ibadah Umum II, 26 Juli 2026. Oleh: Pdt. Gunaryo Sudarmanto.

Pada masa kini, berbagai macam krisis terjadi di dunia ini. Namun, kehidupan tidak dikendalikan manusia, tetapi Tuhan. Di sinilah iman menjadi penting supaya kita mengalami damai.

Ada tiga kunci supaya kita bisa mendapatkan damai ketika  krisis terjadi. Pertama, ada kehadiran Yesus di tengah krisis. Dalam peristiwa ini, Yesus diceritakan berada dalam perahu ketika angin ribut melanda (ay. 36). Jika Yesus bersama kita di tengah krisis, tidak  ada hal yang perlu kita takutkan.

Namun, ada krisis yang terbesar dari manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-27), yaitu dosa. Akibatnya, manusia kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23), terpisah dari Allah (Yes. 59:1-2), dan terancam maut (Rm. 6:23).

Kedua, datanglah kepada Yesus di tengah krisis. Ketika ketakutan, murid-murid membangunkan Yesus (ay. 38). Begitu juga, dalam keadaan apapun, jangan tergoda untuk mencari solusi yang terlihat menggoda, tetapi dahulukan Yesus. Serahkanlah segala beban kita secara total kepada-Nya.

Ketiga, Yesus bertindak di tengah krisis. Di tengah kekacauan itu, Yesus menghardik angin ribut itu dan danau itu menjadi teduh sekali (ay. 38). Sebagai Allah, Yesus berkuasa atas seisi alam semesta dan Dia tidak pernah terlambat bertindak. Kita hanya perlu tunduk terhadap cara dan waktu Tuhan.

Ketika kita menghadapi krisis, pastikanlah ketiga hal di atas ada di dalam hidup kita. Amin.

REFLEKSI

Sikap kita di masa krisis dan membutuhkan mengungkapkan siapa sesungguhnya diri kita (David Martyn Lloyd-Jones)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja hal-hal yang bisa membuat suatu krisis bisa lebih menekan kita?
  2. Pertolongan seperti apa yang kita butuhkan dari orang-orang di sekitar kita ketika menghadapi krisis? Lakukanlah ini sedapat mungkin kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang mengalami krisis.

REFERENSI

36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” 39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ”Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: ”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (Mrk. 4:36-41)

26 Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej. 1:26-27)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Rm. 3:23)

1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan,

dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

2      tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu

ialah segala kejahatanmu,

dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar,

ialah segala dosamu. (Yes. 59:1-2)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm. 6:23)

About the author

Leave a Reply