Ibadah Umum I, 2 Agustus 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Surga tidak beroperasi pada hitung-hitungan duniawi, tetapi pada kasih Tuhan yang memperhatikan sampai yang terkecil. Bahkan, kerinduan Tuhan unutk memulihkan hubungan-Nya dengan manusia itu memerlukan pengurbanan.
Yesus mengawali perumpamaan-Nya dengan mengajukan pertanyaan retoris (Mat. 18:12). Hal ini dilakukan-Nya karena di bagian sebelumnya, para murid salah mengerti tentang siapa yang terbesar (Mat. 18:1). Sebaliknya, Tuhan Yesus justru menekankan pada yang kecil (Mat. 18:3, 5, 10). Orang-orang yang dianggap kecil oleh masyarakat pada waktu itu justru sangat diperhatikan Tuhan (Mat. 10:6, 42).
Pada masa itu, gembala adalah golongan orang yang sering diremehkan. Namun di dalam perumpamaan ini, Yesus justru menggunakan gambaran gembala sebagai sosok yang besar karena dia melayani semua orang, termasuk orang-orang yang dianggap kecil. Selain itu, ada juga orang-orang tersesat, yang meninggalkan iman mereka. Orang-orang seperti ini juga harus menjadi perhatian kita.
Marilah kita mewujudkan perhatian seperti dalam perumpamaan ini di dalam seluruh pelayanan kita. Lebih melayani, bukan berebut menjadi yang terbesar. Jangan mundur dengan tantangan yang ada. Ingatlah, anugerah Tuhan pasti akan mencukupkan kita. Amin.
REFLEKSI
Tidak seorang pun percaya sungguh-sungguh bahwa Allah menciptakan alam semesta ini tanpa dia juga percaya bahwa Allah sangat memperhatikan ciptaan-Nya (John Calvin)
PERTANYAAN DISKUSI
- Ada sebagian orang yang menghitung efektivitas antara dana yang dialokasikan pada pelayanan tertentu atau misi dengan hasil yang didapat. Bagaimana tanggapan Anda?
- Bagaimana pemahaman terhadap khotbah ini membentuk cara pandang dan sikap Anda dalam melayani keluarga dan orang-orang di gereja Anda?
REFERENSI
12 ”Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat. 18:12-14)
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: ”Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. (Mat. 18:1-5, 10)
6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” (Mat. 10:6, 42)
