Ibadah Natal I, 21 Desember 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka.
Pernyataan malaikat tentang damai sejahtera di bumi terlihat seperti ironi di tengah keadaan dunia yang masih jauh dari kedamaian hingga saat ini. Sesungguhnya, berita itu justru menyatakan bahwa damai sejahtera Allah terwujud jauh melampaui apa yang dipikirkan manusia.
Ada berbagai sebab sehingga kita bisa tidak merasakan damai. Namun Alkitab mengajarkan bahwa akar ketidakdamaian bukan karena keadaan duniawi yang buruk, tetapi karena relasi yang rusak dengan Allah karena kejatuhan di taman Eden. Jadi, damai yang Lukas maksud itu bukan bersumber dari hal-hal duniawi, tetapi pemberian Allah karena relasi kita dengan-Nya telah dipulihkan melalui Kristus. Damai tidak bisa dilepaskan dari keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus (Luk. 1:79).
Allah berinisiatif untuk memulihkan hubungan dengan manusia melalui Kristus. Ketika kita mengalami hubungan yang baik dengan Allah, efeknya bukan keadaan tiba-tiba berubah. Namun, di tengah keadaan seberat apapun, kita tidak goyah, tetap tenang, tetap bisa bersyukur, bahkan bisa bersukacita—karena hadirat Allah sendiri menjadi sumber kecukupan kita. Ketika Kristus menjadi pusat hidup kita, maka damai sejahtera-Nya pasti akan kita rasakan, apapun kondisi di sekitar kita.
Di tengah dunia yang memberi harapan kosong untuk mengusahakan damai, Kristus menawarkan damai yang sejati kepada kita. Mari kita sambut dan alami damai itu. Amin.
REFLEKSI
Tidak akan ada kedamaian yang universal hingga Raja Damai datang (J.C. Ryle)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah seseorang yang memiliki kecenderungan untuk berusaha menyenangkan semua orang adalah sungguh-sungguh pembawa damai seperti yang dikehendaki Tuhan? Berikan alasannya!
- Bagaimana pendapat Anda dengan slogan, “Untuk menjaga damai, kita harus siap berperang”?
REFERENSI
8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Lalu berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka, ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk segala bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud. 12 Inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi yang dibedung dan terbaring di dalam palungan.” 13 Tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya,
14 ”Kemuliaan bagi Allah di tempat Yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Luk. 2:8-14 TB-2)
“demikianlah Ia memberikan terang-Nya kepada semua orang
yang hidup di dalam kegelapan dan ketakutan.
Ia membimbing kita pada jalan
yang menuju kedamaian.” (Luk. 1:79 BIMK)
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: ”Damai sejahtera bagi kamu!” (Luk. 24:36 TB-2)
