Ibadah Natal II, 25 Desember 2025. Oleh: Pdt. Daud Soesilo. Ayat ke-14 merupakan bagian dari rangkaian “Kidung Agung Lukas” dalam Lukas pasal 1-2: Nyanyian Maria (Luk. 1:46-55), Nyanyian Zakharia (Luk. 1:67-79), Nyanyian Para Malaikat (Luk. 2:14), dan Nyanyian Simeon (Luk. 2:29-32). Lukas menyatakan ada damai yang lebih dari damai yang dijanjikan Kaisar Roma, yang menjajah...Continue Reading
Ibadah Natal I, 21 Desember 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka. Pernyataan malaikat tentang damai sejahtera di bumi terlihat seperti ironi di tengah keadaan dunia yang masih jauh dari kedamaian hingga saat ini. Sesungguhnya, berita itu justru menyatakan bahwa damai sejahtera Allah terwujud jauh melampaui apa yang dipikirkan manusia. Ada berbagai sebab sehingga kita bisa tidak...Continue Reading
Ibadah Umum II, 12 Desember 2025. Oleh: Pdt. Chandra Wim. (Baca juga pengertian damai dalam khotbah ibadah Umum I) Efesus pasal 2 dapat dibagi menjadi: 1) diselamatkan dalam Kristus (ay. 1-10); 2) satu di dalam Kristus (ay. 11-22). Paulus mengingatkan status jemaat Efesus dahulu, yaitu hidup tanpa pengharapan karena ada di luar Kristus (ay. 11)....Continue Reading
Ibadah Natal II, 25 Desember 2024. Oleh: Pdt. Daud Soesilo. Bagian ini adalah satu dari empat kidung Natal dalam Injil Lukas (1:46-55 – Magnificat/”Jiwaku memuliakan Tuhan”; 1:68-79 – Benedictus/”Terpujilah Tuhan”; 2:14 – Gloria in excelsis deo/”Kemuliaan bagi Allah”; 2:29-32 – Nunc dimittis/”Sekarang biarkan ‘ku pergi”). Pada waktu itu, bangsa Israel dijajah oleh Roma dan ditindas...Continue Reading
Ibadah Umum I, 8 Desember 2024. Oleh: Pdt. Daniel Tanusaputra. Ketika nubuat tentang Mesias diberikan pada zaman Yesaya (Yes. 9:5), bangsa Israel sedang menghadapi dua kekuatan besar, yaitu Asyur dan Babel. Mereka sedang diperhadapkan pada penghukuman melalui pembuangan jika tidak mau bertobat. Di tengah pemberontakan manusia, Allah merindukan manusia memiliki damai sejahtera. Penggenapan nubuat ini...Continue Reading
Ibadah Umum I, 26 Mei 2024. Oleh: Pdm. Elda Fariani. Pada peristiwa ini, Tuhan Yesus berpamitan dengan para murid dan mengatakan bahwa Dia tidak akan selamanya ada bersama mereka. Murid-murid-Nya pun terguncang. Tetapi, Tuhan Yesus berjanji bahwa kelak mereka akan bersama-sama dengan Dia lagi (13:36-37). Sepeninggal-Nya, Roh Kudus akan diutus kepada mereka (ay. 26). Setelah...Continue Reading
Ibadah Umum II, 30 Juli 2023. Oleh: Pdt. Johannes Irwanto. Di dalam hidup ini, ada hal-hal kecil yang bisa menutupi hal-hal besar. Misalnya, dua murid yang tidak mengenali Tuhan Yesus ketika mereka sedang berjalan ke Emaus (Luk. 24:13-16). Hal ini terjadi karena hati mereka sedih akibat kematian-Nya. Demikian pula kita bisa memiliki kepahitan hati yang...Continue Reading
Ibadah Umum I, 27 Februari 2022 Oleh: Pdt. Eddy Tendean Menurut Kamus Bahasa Indonesia, iman adalah kepercayaan dan keyakinan pada Allah dan harus disertai dengan ketetapan hati. Sementara itu, di dalam Alkitab, iman berarti memegang teguh dan mengamini dengan segenap hati bahwa Allah itu hidup dan Allah di dalam Kristus telah mendamaikan orang berdosa dengan...Continue Reading
Ibadah Minggu, 21 November 2021 (Sore) Oleh Pdt. Tjeng Kiem Gwan (GBT Bukit Moria, Bandung) Dalam situasi pandemi seperti ini, bersukacita sulit untuk dilakukan. Namun demikian, jika firman Tuhan memerintahkannya, maka itu pasti bisa terjadi di dalam hidup kita. Paulus memerintahkan orang-orang percaya di Filipi untuk bersuka cita senantiasa (ay. 4). Milikilah suka cita dari...Continue Reading