Ibadah Umum II, 7 Juni 2026. Oleh: Pdt. David Alinurdin.
Pada saat itu, jemaat di Filipi menghadapi tantangan untuk memilih antara loyal terhadap Kristus atau Kaisar. Selain itu, ada konflik yang tajam di antara pemimpin jemaat. Paulus pun menasihati mereka untuk tidak khawatir.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari bagian ini untuk tidak khawatir. Pertama, berdoa dengan ucapan syukur (ay. 6). Lakukan selayaknya seperti anak yang percaya pada ayahnya, karena demikian pula Bapa mengerti segala pergumulan kita.
Doa ini perlu dibarengi dengan ucapan syukur, supaya perspektif kita positif di tengah permasalahan. Maka, damai sejahtera yang dari Allah akan menyertai kita. Bukan sekadar perasaan tenang, tetapi juga relasi yang harmonis dengan Allah. Damai ini melampaui akal manusia dan memelihara hati kita.
Kedua, disiplin untuk berpikir yang benar (ay. 8). Kekhawatiran sering tumbuh karena ada skenario fiktif dalam pikiran kita (“Bagaimana jika…”). Pikirang-pikiran yang negatif hanya akan memperbesar kekhawatiran kita. Jadi, hati-hati dengan apa yang kita lihat, termasuk di media sosial.
Ketiga, tetap taat dan setia (ay. 9). Kekhawatiran sering melumpuhkan kita dan obatnya adalah ketaatan sederhana. Lakukanlah apa yang benar pada hari ini dan serahkanlah hasil esok kepada Tuhan.
Marilah kita terus mengarahkan kepercayaan kita pada Tuhan, yang akan terus memelihara kita. Amin.
REFLEKSI
Tidak akan ada kedamaian bagi mereka yang melawan Tuhan (François Fénelon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah dampaknya jika seorang Kristen terus saja merasa khawatir?
- Adakah hal-hal yang saat ini sedang Anda khawatirkan? Serahkanlah pada Tuhan dalam doa dan mintalah damai sejahtera dari-Nya!
REFERENSI
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. (Flp. 4:6-9)
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Mat. 6:24)
