Ibadah Umum I, 16 November 2025. Oleh: Pdt. Daniel Tanusaputra.

Yesus mengatakan bahwa sesungguhnya keberadaan atau identitas kita sebagai orang Kristen adalah terang dunia. Keberadaan seorang murid adalah berbahagia karena kita merasa sebagai orang yang miskin secara rohani (5:3), berduka cita karena dosa (5:4), hatinya telah dilembutkan Tuhan (5:5), lapar dan haus akan kebenaran (5:6). Karakteristik seorang murid adalah hidup yang berdampak (5-10). Kesalehan seorang murid, kita harus menyaksikan Injil (5:20). Kita tidak hidup dalam ketakutan, yang berusaha melunakkan hati Allah dengan ibadah, atau kesombongan, yang berusaha tampil baik di hadapan Allah.

Ada beberapa hal yang mengarahkan kesaksian dan pelayanan kita di dunia ini. Hidup kita sebagai orang Kristen harus otentik dan transparan (Ibr. 5:14; 4:13), menjaga perdamaian (5:24), penyerahan (5:39-41), mengasihi musuh (5:44), serta menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat.28:18-20).

Kita dipanggil untuk menyaksikan karya Allaj melalui kita, memberikan tuntunan, menyatakan kebenaran, dan mengalami pengharapan di tengah kegelapan dunia ini. Kita tidak bercahaya sendiri, tetapi terang kita dari Tuhan dan menerangi sekitar kita (5:16). Amin.

REFLEKSI

Tuhan tidak akan membuat diri kita bersinar, ketika kita tidak menjadikan firman-Nya sebagai terang (John Calvin)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa dampaknya ketika seorang Kristen tidak memiliki komitmen untuk hidup sebagai terang?
  2. Apa saja tantangan-tantangan yang pernah Anda alami, atau yang mungkin timbul, ketika kita ingin hidup sebagai terang? Bagaimana Anda menghadapinya?

REFERENSI

14 “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.  15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.  16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5:14-16)

3      ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

4      Berbahagialah orang yang berdukacita,

karena mereka akan dihibur.

5      Berbahagialah orang yang lemah lembut,

karena mereka akan memiliki bumi.

6      Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,

karena mereka akan dipuaskan.

7      Berbahagialah orang yang murah hatinya,

karena mereka akan beroleh kemurahan.

8      Berbahagialah orang yang suci hatinya,

karena mereka akan melihat Allah.

9      Berbahagialah orang yang membawa damai,

karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

10      Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat. 5:3-10)

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat. 5:24)

Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (Ibr. 5:14)

Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. (Ibr. 4:13)

About the author

Leave a Reply