Ibadah Umum I (Paskah), 5 April 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Bagian ini terdiri dari dua bagian: dua Maria menemukan kubur kosong (ay. 1-7) dan mereka bertemu dengan Kristus yang bangkit (ay. 8-10). Dua orang diperlukan supaya kesaksian dianggap sah (Ul. 19:15). Selain menjadi saksi pertama tentang kubur kosong, tetapi juga saksi pertama yang membawa kabar gembira kepada murid-murid Yesus.
Kesaksian tentang kebangkitan Yesus sangat kuat karena Dia menampakkan diri kepada mereka. Bahkan, Maria sujud dan menyembah-Nya. Ini menunjukkan kesinambungan pribadi Yesus antara kelahiran dengan kebangkitan-Nya (bnd. Mat. 2:11; 14:33). Jadi, respons yang benar dalam Paskah adalah menyembah-Nya. Penampakan Kristus juga menyatakan kehadiran-Nya secara spiritual sepanjang zaman.
Menariknya, Galilea disebut sampai dua kali dalam bagian ini. Bagi Matius, Galilea bukan sekadar letak geografis, tetapi ada makna teologisnya. Kabar Baik harus diberitakan kepada bangsa-bangsa yang ada dalam kegelapan sampai akhir zaman (bnd. Mat. 4:12-17; 28:16-20).
Bagian ini juga mengajar bahwa iman bukan hanya mengerti, tetapi juga mengalami. Iman kebangkitan menghantarkan kita pada kehidupan baru yang mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu memberitakan Kabar Baik kepada seluruh bangsa. Tuhan Yesus menyertai kita senantiasa. Amin.
REFLEKSI
Mungkin transformasi yang dialami oleh murid-murid Yesus adalah bukti terbesar dari kebangkitan Kristus (John R.W. Stott)
PERTANYAAN DISKUSI
- Bagaimana kebangkitan Yesus mengubah cara pandang Anda dalam menghadapi kehidupan sehari-hari?
- Bagaimana Anda akan membagikan kabar kebangkitan Kristus kepada orang-orang di sekitar Anda?
REFERENSI
Kebangkitan Yesus
1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: ”Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ”Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: ”Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Mat. 28:1-10)
“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apa pun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.” (Ul. 19:15)
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Mat. 2:11)
Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ”Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” (Mat. 14:33)
