Ibadah Umum I, 12 April 2026. Oleh: Pdt. Nyoman Widiantara.
Melalui Amsal 3:3, Tuhan memerintahkan kita untuk terus menerus mengasihi dan setia. Hal ini sangat penting di dalam pernikahan. Ada beberapa faktor sehingga kita bisa kehilangan kasih, di antaranya pembiaran, konflik, percabulan/perzinaan, serta tidak mengasihi/menghormati/takut akan Allah. Faktor keempat inilah yang sebenarnya mendasari hilangnya kasih kita kepada pasangan atau sesama.
Di dalam Kolose 3:12, Tuhan menyatakan bahwa relasi kita dengan Allah akan menentukan kasih kita kepada pasangan atau sesama. Status kita adalah orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan-Nya dan dikasihi-Nya. Itulah yang akan melahirkan belas kasihan dalam diri kita. Jadi, ketika kita memiliki kasih dari Tuhan, maka kita baru bisa mengasihi orang lain.
Bagaimana caranya supaya kasih di dalam rumah tangga? Pertama, jangan berlaku kasar (Kol. 3:18-19). Hal ini termasuk juga tidak mengucapkan kata-kata yang menyinggung pasangan kita, tidak melakukan sexual abuse ataupun spiritual abuse (mengabaikan pasangan atas nama pelayanan). Kedua, memberikan perhatian. Kita dapat melihatnya dari apa yang dilakukan Yesus, salah satunya memberi pengampunan pada seorang penjahat yang disalib di sisi-Nya. Ketiga, berkorban. Kita harus berbagian bagi orang di sekitar kita.
Marilah kita jangan membiarkan kasih kita hilang, atau berubah karena ada perubahan terjadi. Amin.
REFLEKSI
Mengasihi orang lain berarti membantunya mengasihi Allah (Søren Aabye Kierkegaard)
PERTANYAAN DISKUSI
- Bagaimana Anda dan pasangan bisa bersama-sama lebih menghormati Allah di dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari?
- Kebiasaan-kebiasaan apa sajakah yang harus diwaspadai oleh Anda dan pasangan sehingga kasih di dalam rumah tangga rusak?
REFERENSI
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, (Ams. 3:3)
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kol. 3:12)
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. (Kol. 3:18-19)
