Jangan Tinggalkan Cinta Pertamamu (Yer. 2:1-6)

Ibadah Umum II, 28 Agustus 2022

Oleh: Pdt. Johannes Irwanto

Ketika baru pertama kali percaya Tuhan, mungkin kita sangat menggebu-gebu untuk mencintai-Nya. Tetapi, apakah cinta seperti itu masih terus ada saat ini? Secara lahiriah, kita bisa saja masih terlihat sibuk dengan aktivitas rohani dan melayani-Nya. Namun, mungkin cinta kita kepada-Nya sudah dingin atau malah hilang. Ada banyak hal yang bisa menggeser kedudukan Tuhan dalam kehidupan kita.

Ketika kita sudah kehilangan cinta pertama kita kepada Tuhan, maka kita sudah jatuh terlalu dalam (Why. 2:4-5). Jika demikian, apa tandanya jika kita masih memilikinya? Pertama, kita memandang 100% pada Tuhan (ay. 2). Kita akan mengikut Tuhan ke manapun Dia pergi. Yang kita lihat dan kejar hanya pribadi Tuhan, bukan berkat-Nya (Hab. 3:17-18). Kedua, kita hidup 100% untuk Tuhan (ay. 3). Kata kudus dalam ayat 3 berarti dipisahkan untuk menjadi milik Tuhan. Seluruh hidup dan mati kita untuk Tuhan (Rm. 14:7-8).

Ada banyak dampak yang akan kita alami ketika cinta pertama kita kepada Tuhan hilang. Yang pertama, hidup kita akan menjadi sia-sia (ay. 5-6). Kemudian, kita juga akan hidup dalam dosa (Yer. 2:7). Masa depan kita akan hancur, baik di dunia maupun setelah kematian. Jadi, jangan sampai kita tinggalkan cinta pertama kita kepada Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Jika aku mengikut Tuhan Yesus sepenuhnya, maka aku harus menyingkirkan apapun yang berlawanan dengan-Nya (A.W. Tozer)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Hal-hal apa saja yang ada di sekitar kehidupan Anda yang bisa membuat cinta Anda kepada Tuhan memudar? Bagaimana Anda akan menyingkirkan itu?
  2. Apa tanda-tanda bahwa para pelayan Tuhan telah kehilangan cinta pertama kepada Tuhan? Apakah itu semua terjadi dalam gereja Anda?

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 2 “Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. 3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN. 4 Dengarlah firman TUHAN, hai kaum keturunan Yakub, hai segala kaum keluarga keturunan Israel. 5 Beginilah firman TUHAN: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? 6 Dan mereka tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN, yang menuntun kita keluar dari tanah Mesir; yang memimpin kita di padang gurun, di tanah yang tandus dan yang lekak-lekuk, di tanah yang sangat kering dan gelap, di tanah yang tidak dilintasi orang dan yang tidak didiami manusia? 7 Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. (Yer. 2:1-6)

4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Why. 2:4-5)

17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. (Hab. 3:17-18)

7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. (Rm. 14:7-8)

About the author

Leave a Reply