Ibadah Umum I, 4 September 2022 (Hari Ayah Internasional)
Oleh: Pdt. Gunaryo Sudarmanto
Ayah adalah seorang tulang punggung keluarga sehingga memiliki tanggung jawab yang besar. Di dalam kisah ini, ada seorang ayah yang berjuang demi kesembuhan anaknya yang dirasuki roh. Mulanya, roh jahat itu tidak dapat diusir oleh murid-murid Tuhan Yesus. Setelah bertemu dengan Tuhan Yesus, barulah roh jahat tersebut keluar. Ada tiga kunci keberhasilan dari perjuangan ayah tersebut.
Pertama, kreatif. Anak dari ayah tersebut sudah kerasukan setan sejak masa kecilnya (ay. 21). Tetapi, karena kreativitas ayahnya untuk datang kepada Yesus setelah murid-murid-Nya gagal (ay. 18), membuahkan hasil. Ketika berada dalam situasi yang sulit, berdoalah supaya Tuhan memberikan kreativitas kepada kita.
Kedua, jujur. Sebagai seorang ayah yang baik, dia menceritakan keadaan anaknya yang buruk itu secara terus terang kepada Tuhan Yesus (ay. 17). Tuhan menginginkan hati yang hancur sekaligus tulus ikhlas dari kita. Jangan datang kepada Tuhan dengan kebohongan ataupun kesombongan. Kejujuran akan mendatangkan pertolongan dari Tuhan (Ams. 11:3; 2:7).
Ketiga, percaya. Ketika menyampaikan permohonannya, ayah tersebut mengatakan, “Jika Engkau dapat…” (ay. 22). Tuhan Yesus lalu menegurnya bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya (ay. 23). Mendengar koreksi tersebut, ayah tersebut menegaskan kepercayaannya (ay. 24). Apa yang kita kerjakan akan membuat jalan keluar yang baik dalam setiap persoalan (2Kor. 5:7).
Marilah kita mengingat perjuangan ayah di kehidupan kita. Hargailah mereka selagi ada kesempatan. Amin.
REFLEKSI
Tidak ada pertemanan dan kasih seperti orang tua kepada anak-anaknya (Henry Ward Beecher)
PERTANYAAN DISKUSI
- Kesulitan-kesulitan apa yang dialami oleh ayah Kristen pada masa kini?
- Sebagai seorang ayah, apa yang ingin Anda berikan pada keluarga? Sebagai seorang anak, apa yang Anda ingin berikan kepada ayah?
REFERENSI AYAT ALKITAB
14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. 15 Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. 16 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” 17 Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. 18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” 19 Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” 20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. 21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. 22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” 23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” 24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” 26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” 27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. 28 Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” 29 Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” (Mrk. 9:14-29)
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Ams. 11:3)
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya (Ams. 2:7)
— sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat — (2Kor. 5:7)
