Kamu Akan Menjadi Saksi-Ku (Kis. 1:6-11; Yes. 43:10-13)

Ibadah Umum II, 29 Mei 2022

Oleh: Pdt. Andreas Hauw

Secara hukum, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri. Tetapi di dalam konteks umum, saksi adalah bukti kebenaran karena dia melihat dan mengetahui sendiri suatu peristiwa. Sebagai orang Kristen, kita pasti telah mengalami banyak anugerah Tuhan di dalam kehidupan ini, sudahkah disaksikan? Apakah keselamatan dari Tuhan telah menjadi pokok dari kesaksian kita?

Dalam dua teks yang menjadi dasar renungan ini, terdapat sikap masa bodoh yang dialami umat Tuhan. Tuhan menyatakan Dia adalah satu-satunya Allah (Yesaya 40) dan Israel dijadikan terang bagi bangsa-bangsa (Yesaya 41). Namun, Israel justru menjadi bangsa yang gagal dan buta (Yes. 42:18,20). Walaupun demikian, Tuhan tetap ingin menyelamatkan mereka (Yes. 43:10-13).

Tuhan Yesus bukan datang ke dunia untuk mendirikan kerajaan secara duniawi. Namun, para murid belum memahaminya (Kis. 1:6). Mereka sibuk memikirkan kapan Tuhan Yesus datang lagi dan mengabaikan pekerjaan misi (bnd. 1Tes. 4, 5). Kita pun jangan sibuk dengan hal-hal yang tampak rohani sehingga mengabaikan pelayanan yang penting. Oleh sebab itulah, Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk memampukan para rasul dan pengikut-Nya untuk menjadi saksi-Nya (Kis. 1:8).

Bagaimana kita bisa menjadi saksi Kristus? Kita harus bersandar pada Roh Kudus supaya kesaksian kita efektif. Hukum dan peraturan belaka (yang mudah berubah-ubah) tidak mungkin mengubah diri manusia. Kemudian, nyayakanlah apa yang kita ketahui tentang Yesus yang sudah bangkit kepada orang-orang di sekitar kita. Ceritakanlah juga pengalaman kita bersama Yesus (1Yoh. 1:1). Amin.

REFLEKSI

Suara Kristus tidak menjadikan kita sebagai murid yang takut-takut, namun sebagai saksi yang luar biasa (Charles Stanley)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah kesaksian tentang Kristus masih penting untuk diberitakan pada masa kini? Mengapa?
  2. Apa yang menjadi penghalang Anda untuk bersaksi? Bagaimana Anda bisa mengatasinya?

REFERENSI AYAT ALKITAB

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: ”Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7 Jawab-Nya: ”Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 9  Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: ”Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis. 1:6-11)
10 ”Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman Tuhan”dan hamba-Ku yang telah Kupilih,
supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. 11 Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. 12 Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman Tuhan”dan Akulah Allah. 13Juga seterusnya Aku tetap Dia,
dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?” (Yes. 43:10-13)
Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta! (Yes. 42:18)
Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yes. 42:20)
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup – itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1Yoh. 1:1)
About the author

Leave a Reply