Ibadah Umum II, 29 Mei 2022
Oleh: Pdt. Andreas Hauw
Secara hukum, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri. Tetapi di dalam konteks umum, saksi adalah bukti kebenaran karena dia melihat dan mengetahui sendiri suatu peristiwa. Sebagai orang Kristen, kita pasti telah mengalami banyak anugerah Tuhan di dalam kehidupan ini, sudahkah disaksikan? Apakah keselamatan dari Tuhan telah menjadi pokok dari kesaksian kita?
Dalam dua teks yang menjadi dasar renungan ini, terdapat sikap masa bodoh yang dialami umat Tuhan. Tuhan menyatakan Dia adalah satu-satunya Allah (Yesaya 40) dan Israel dijadikan terang bagi bangsa-bangsa (Yesaya 41). Namun, Israel justru menjadi bangsa yang gagal dan buta (Yes. 42:18,20). Walaupun demikian, Tuhan tetap ingin menyelamatkan mereka (Yes. 43:10-13).
Tuhan Yesus bukan datang ke dunia untuk mendirikan kerajaan secara duniawi. Namun, para murid belum memahaminya (Kis. 1:6). Mereka sibuk memikirkan kapan Tuhan Yesus datang lagi dan mengabaikan pekerjaan misi (bnd. 1Tes. 4, 5). Kita pun jangan sibuk dengan hal-hal yang tampak rohani sehingga mengabaikan pelayanan yang penting. Oleh sebab itulah, Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk memampukan para rasul dan pengikut-Nya untuk menjadi saksi-Nya (Kis. 1:8).
Bagaimana kita bisa menjadi saksi Kristus? Kita harus bersandar pada Roh Kudus supaya kesaksian kita efektif. Hukum dan peraturan belaka (yang mudah berubah-ubah) tidak mungkin mengubah diri manusia. Kemudian, nyayakanlah apa yang kita ketahui tentang Yesus yang sudah bangkit kepada orang-orang di sekitar kita. Ceritakanlah juga pengalaman kita bersama Yesus (1Yoh. 1:1). Amin.
REFLEKSI
Suara Kristus tidak menjadikan kita sebagai murid yang takut-takut, namun sebagai saksi yang luar biasa (Charles Stanley)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah kesaksian tentang Kristus masih penting untuk diberitakan pada masa kini? Mengapa?
- Apa yang menjadi penghalang Anda untuk bersaksi? Bagaimana Anda bisa mengatasinya?
REFERENSI AYAT ALKITAB
