Ibadah Umum I, 15 Mei 2022
Oleh: Ev. David Alinurdin
Dunia ini, yang sudah jatuh dalam dosa, selalu mengatakan kepada kita, “Belum cukup!” Oleh sebab itulah, manusia selalu ingin mendapat lebih banyak. Orang yang ddewasa rohani bisa membedakan pada hal apa dia harus merasa puas dan hal apa lagi lainnya dia harus merasa tidak puas. Namun, kita sering kali keliru membedakan keduanya.
Paulus merasakan kepuasan yang sejati dalam hidupnya karena Dia telah mendapatkan Kristus. Oleh sebab itu, kelimpahan maupun kekurangan tidak menjadi soal lagi baginya (Flp. 4:11-13). Inilah perasaan cukup yang harus kita alami.
Di sisi lain, kita tidak boleh merasa puas dengan kerohanian yang biasa-biasa saja. Inilah yang dipaparkan oleh Paulus pada ayat 10 dan 12. Walaupun sebenarnya banyak alasan untuk Paulus untuk merasa cukup (ay. 4-5), Paulus selalu mengejar pengenalan akan Kristus lebih lagi. Baginya, Kristus jauh lebih indah dibanding segala prestasinya (ay. 8). Jadi, orang Kristen yang tidak memiliki kerinduan untuk mengenal Kristus lebih dalam berarti salah dalam diri kita.
Selain itu, Paulus juga senantiasa mengejar panggilan Tuhan (ay. 14). Dia selalu berusaha untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang. Seperti halnya Paulus, apakah kita juga memiliki ketidakpuasan yang kudus? Amin.
REFLEKSI
Allah selalu hadir di mana saja, dan Dia selalu berusaha untuk membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang-orang (A.W. Tozer)
PERTANYAAN DISKUSI
- Mengapa ada orang-orang Kristen yang tidak lagi merasa rindu untuk mengenal Kristus lebih dalam? Bagaimana dengan Anda?
- Apa saja yang dapat Anda lakukan supaya dapat mengenal Kristus lebih dalam?
REFERENSI AYAT ALKITAB
