Ketidakpuasan yang Kudus (Flp. 3:4-16)

Ibadah Umum I, 15 Mei 2022

Oleh: Ev. David Alinurdin

Dunia ini, yang sudah jatuh dalam dosa, selalu mengatakan kepada kita, “Belum cukup!” Oleh sebab itulah, manusia selalu ingin mendapat lebih banyak. Orang yang ddewasa rohani bisa membedakan pada hal apa dia harus merasa puas dan hal apa lagi lainnya dia harus merasa tidak puas. Namun, kita sering kali keliru membedakan keduanya.

Paulus merasakan kepuasan yang sejati dalam hidupnya karena Dia telah mendapatkan Kristus. Oleh sebab itu, kelimpahan maupun kekurangan tidak menjadi soal lagi baginya (Flp. 4:11-13). Inilah perasaan cukup yang harus kita alami.

Di sisi lain, kita tidak boleh merasa puas dengan kerohanian yang biasa-biasa saja. Inilah yang dipaparkan oleh Paulus pada ayat 10 dan 12. Walaupun sebenarnya banyak alasan untuk Paulus untuk merasa cukup (ay. 4-5), Paulus selalu mengejar pengenalan akan Kristus lebih lagi. Baginya, Kristus jauh lebih indah dibanding segala prestasinya (ay. 8). Jadi, orang Kristen yang tidak memiliki kerinduan untuk mengenal Kristus lebih dalam berarti salah dalam diri kita.

Selain itu, Paulus juga senantiasa mengejar panggilan Tuhan (ay. 14). Dia selalu berusaha untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang. Seperti halnya Paulus, apakah kita juga memiliki ketidakpuasan yang kudus? Amin.

REFLEKSI

Allah selalu hadir di mana saja, dan Dia selalu berusaha untuk membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang-orang (A.W. Tozer)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Mengapa ada orang-orang Kristen yang tidak lagi merasa rindu untuk mengenal Kristus lebih dalam? Bagaimana dengan Anda?
  2. Apa saja yang dapat Anda lakukan supaya dapat mengenal Kristus lebih dalam?

REFERENSI AYAT ALKITAB

4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. 16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. 17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. (Flp. 3:4-19)
11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp. 4:11-13)
About the author

Leave a Reply